,

Tatap dinamika politik nasional, SEMA UIN Jakarta serap pesan kebangsaan SBY perkuat peran kontrol sosial

  KS, JAKARTA – Pengurus Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri (SEMA UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melangsungkan tatap muka substantif bersama Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Forum strategis ini dirancang sebagai arena pertukaran gagasan serta penyaluran pandangan kritis terkait kondisi hukum, politik, dan ketatanegaraan Indonesia masa kini.…

 

KS, JAKARTA – Pengurus Senat Mahasiswa Universitas Islam Negeri (SEMA UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melangsungkan tatap muka substantif bersama Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Forum strategis ini dirancang sebagai arena pertukaran gagasan serta penyaluran pandangan kritis terkait kondisi hukum, politik, dan ketatanegaraan Indonesia masa kini.

Dalam sesi pemaparannya, SBY menekankan tanggung jawab moral generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai pilar keterwakilan publik sekaligus calon nahkoda masa depan bangsa. Beliau menegaskan agar elemen gerakan mahasiswa tidak bersikap dingin terhadap dinamika kebangsaan.

“Calon pemandu arah bangsa dilarang bersikap pasif terhadap pergolakan dalam negeri. Rasa peduli dan kejelian berpikir kritis atas dinamika nasional merupakan nilai fundamental yang wajib dirawat secara konsisten,” pukas SBY.

SBY turut menyoroti pentingnya objektivitas serta tersedianya kran komunikasi yang sehat antara penguasa dan masyarakat luas. Menurutnya, kebuntuan dialog antara pemegang mandat kekuasaan dan rakyat hanya akan merusak keutuhan sistem tata kelola negara.

“Setiap pemimpin wajib bersikap adil dan objektif. Ketika ruang tukar pikiran antara masyarakat dan pemerintah tersumbat, maka tata kelola pemerintahan dipastikan melenceng dari relnya,” tutur Presiden ke-6 RI tersebut.

Menanggapi potret perimbangan kekuasaan (checks and balances), SBY secara lugas menyampaikan kecemasannya atas kecenderungan pemusatan kekuasaan yang kian mengikis fungsi pengawasan perundang-undangan.

“Kondisi saat ini memperlihatkan eksekutif yang kian dominan, sementara legislatif kerap terperangkap sekadar sebagai pemberi stempel persetujuan. Ini mesti menjadi alarm nyaring bagi elemen mahasiswa untuk berdiri paling depan menjaga tatanan demokrasi,” tegas SBY.

Jajaran SEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyerap penuh seluruh poin pandangan kebangsaan yang disampaikan SBY.

Pertemuan ini semakin mempertegas komitmen SEMA UIN Jakarta sebagai lembaga representatif mahasiswa untuk terus mengawal kebijakan publik, menjaga objektivitas nalar kritis, serta merawat iklim demokrasi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity