,

Soal Penyadapan Presiden Prabowo, Saiful Chaniago Sebut Tindakan Oknum Jenderal Berbahaya Bagi Kedaulatan

KS, Jakarta – Dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memantik gelombang protes keras. Tindakan tidak bertanggung jawab yang diduga melibatkan oknum jenderal tersebut dinilai bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keamanan dan keselamatan nasional. Kritik tajam salah satunya datang dari Ketua Umum Pasukan Prabowo (PASPROBO), Saiful Chaniago. Ia…

KS, Jakarta – Dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memantik gelombang protes keras. Tindakan tidak bertanggung jawab yang diduga melibatkan oknum jenderal tersebut dinilai bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keamanan dan keselamatan nasional.

Kritik tajam salah satunya datang dari Ketua Umum Pasukan Prabowo (PASPROBO), Saiful Chaniago. Ia menegaskan bahwa Presiden merupakan simbol tertinggi negara sekaligus Panglima Tertinggi TNI yang marwah dan rahasianya wajib dilindungi oleh segenap unsur bangsa.

“Ini tindakan tidak bermoral, tidak patriotik, dan sangat berbahaya bagi kedaulatan negara. Presiden adalah representasi tertinggi negara. Menyadap Presiden sama saja menyadap negara. Oknum jenderal yang melakukan ini harus ditindak tegas tanpa pandang bulu, ” ujar Saiful dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (3/11/2026).

Saiful pentingnya pentingnya penegakan hukum yang transparan dan akuntabel dalam menuntaskan kasus ini. Menurutnya, aparat penegak hukum dan Panglima TNI harus bergerak cepat agar tidak menimbulkan spekulasi publik yang dapat mengganggu soliditas institusi perlindungan maupun kepercayaan masyarakat.

Ia mengingatkan agar tidak ada toleransi atau keistimewaan (impunitas) bagi pihak mana pun yang terlibat, terlepas dari tingginya pangkat maupun jabatan yang disandang.

“Tidak boleh ada impunitas. Siapa pun pelakunya, apa pun pangkat dan jabatannya, harus memproses hukum secara terbuka. Ini demi menjaga marwah Presiden, menjaga soliditas TNI, dan menjaga kepercayaan rakyat terhadap institusi pertahanan, ” tegas pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PLN Energi Gas tersebut.

Di mata Saiful, manuver penyadapan ilegal ini terasa kian ironis karena terjadi saat Presiden Prabowo tengah memusatkan fokus dan energinya untuk agenda-agenda besar nasional, seperti penguatan sistem pertahanan, percepatan swasembada energi, hingga peningkatan kesejahteraan rakyat.

Aksi yang ditengarai berasal dari pihak internal tersebut dinilai sebagai upaya kotor untuk merusak stabilitas pemerintahan dalam.

“Kami sebagai rakyat Indonesia berdiri tegak di belakang Presiden Prabowo Subianto. Kami mendukung penuh langkah Presiden untuk membersihkan oknum-oknum pengkhianat di lingkaran kekuasaan, ” lanjut Saiful.

Mengakhiri pernyataannya, Saiful mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, serta terus menjaga persatuan demi mendukung keinginan pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity