,

Respons Dinamika Ketatanegaraan, SEMA UIN Jakarta Serap Wejangan Kebangsaan SBY untuk Perkuat Benteng Demokrasi

  KS, JAKARTA – Jajaran pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar pertemuan reflektif bersama Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan untuk membahas dinamika hukum, politik, serta perkembangan sistem ketatanegaraan Indonesia.(03/11/2026) Dalam pemaparannya, SBY…

 

KS, JAKARTA – Jajaran pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar pertemuan reflektif bersama Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan untuk membahas dinamika hukum, politik, serta perkembangan sistem ketatanegaraan Indonesia.(03/11/2026)

Dalam pemaparannya, SBY menekankan pentingnya kesadaran historis dan tanggung jawab moral mahasiswa sebagai representasi suara kampus sekaligus generasi penerus kepemimpinan bangsa. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap berbagai persoalan sosial dan politik yang tengah berkembang.

“Para penentu masa depan bangsa tak boleh bersikap skeptis terhadap persoalan negeri. Sensitivitas dan keberanian nalar kritis adalah fondasi utama yang wajib dipelihara,” ujar SBY.

Selain itu, SBY turut menyoroti pentingnya keterbukaan ruang komunikasi antara pemerintah sebagai pemegang kekuasaan dan masyarakat sipil. Menurutnya, tersumbatnya saluran aspirasi publik dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan tata kelola pemerintahan yang demokratis.

“Kepemimpinan menuntut kelapangan dada dan objektivitas. Saat ruang pertukaran ide antara rakyat dan penguasa mampet, roda ketatanegaraan berada dalam bahaya,” tegas Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut.

Dalam konteks prinsip checks and balances atau keseimbangan antarlembaga negara, SBY juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kecenderungan menguatnya dominasi kekuasaan eksekutif. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan fungsi pengawasan dan daya tawar lembaga legislatif dalam menjalankan tugas konstitusionalnya.

“Kondisi hari ini menunjukkan kekuasaan eksekutif kian dominan, sementara legislatif terancam sekadar menjadi pengesah formalitas semata. Realitas ini wajib direspons sebagai alarm keras bagi gerakan mahasiswa untuk terus menjaga kompas demokrasi,” imbuh SBY.

Pertemuan tersebut disambut hangat oleh seluruh jajaran fungsionaris SEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berbagai pandangan dan refleksi kebangsaan yang disampaikan dalam forum ini menjadi bekal intelektual sekaligus penguatan komitmen bagi SEMA UIN Jakarta untuk terus menjalankan perannya sebagai lembaga legislatif mahasiswa.

Melalui fungsi legislasi, pengawasan, penganggaran, dan penyerapan aspirasi, SEMA UIN Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal produk hukum, membangun tradisi berpikir kritis dan konstruktif, serta menjaga prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tentang Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan lembaga legislatif mahasiswa tingkat universitas yang memiliki kedudukan sebagai badan kelengkapan tertinggi dalam struktur organisasi kemahasiswaan universitas. SEMA menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, penganggaran, serta penyerapan dan penyaluran aspirasi seluruh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity