Tindakan Represif Israel ke Tahanan Palestina Menuai Kecaman dari OKI

KS, JEDDAH – Tindakan represif Israel terhap 6 tahanan di Penjara Gilboa yang merupakan warga sipil Palestina mendapat kecaman dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Organisa negara Islam yang bermarkas di Kota Jeddah, Arab Saudi ini menilai perlakukan Israel tidak bisa ditolerin.

Komisi Independen Hak Asasi Manusia Permanen (IPHRC) OKI mengungkapkan, Layanan Penjara Israel telah mengirim banyak tahanan Palestina ke sel isolasi. Akses mereka ke layanan penting dibatasi. Menurut IPHRC, hal itu merupakan tindakan hukuman kolektif.

“Tindakan pembalasan ini tidak proporsional dan tidak memiliki dasar hukum, dan merupakan pelanggaran mencolok terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional,” kata IPHRC, dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA, Ahad (12/9/2021) kemarin wakru setempat.

IPHRC mencatat, pasukan pendudukan Israel secara rutin menggunakan kekuatan berlebihan saat menangkap perempuan dan anak-anak Palestina. Operasi penangkapan pun kerap digelar tengah malam.

“Israel, kekuatan pendudukan, memiliki banyak kewajiban berdasarkan ketentuan hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter, terutama Pasal 76 Konvensi Jenewa Keempat tentang Perlindungan Orang Sipil di Saat Perang,” kata IPHRC.

Pada Sabtu (11/9/2021) yang lalu, ribuan warga Palestina di Tepi Barat menggelar aksi solidaritas dan dukungan untuk enam warga Palestina yang melarikan diri dari penjara Israel. Aksi itu digelar di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan Israel melakukan tindakan pembalasan terhadap ratusan tahanan politik Palestina di penjara mereka.

Sejak pekan lalu, lebih dari 4.500 tahanan politik Palestina di penjara Israel telah menghadapi kampanye represif. Mereka menghadapi perlakukan demikian setelah enam tahanan penyuara kemerdekaan Palestina kabur dari penjara Gilboa.

Sebagai respons atas aksi represif Layanan Penjara Israel, para tahanan politik Palestina membakar sel di dalam penjara Ofer dan Kzi’ot. Pembakaran merupakan bentuk protes mereka. Setelah kejadian itu, Israel banyak mengirim tahanan Palestina ke sel isolasi dan membatasi mereka ke akses layanan penting.

Sejauh ini, Israel masih memburu enam tahanan Palestina yang kabur. Empat di antaranya telah ditangkap kembali. (int/red)

Related Posts

  • December 5, 2025
Satresnarkoba Polres Priok Tangkap Dua Kurir 1 Kg Sabu di Bandara Soeta

  KS, JAKARTA – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat hampir satu kilogram dalam operasi gabungan di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta,…

  • December 5, 2025
Dubes Fadjroel Gandeng Raksasa Mineral ERG Kazakhstan Perkuat Hilirisasi dan Investasi Nasional

KS, JAKARTA – Kerja sama global adalah kunci kemajuan bangsa-bangsa. Indonesia dan Kazakhstan bersepakat meningkatkan kerjasama di semua bidang, khususnya hilirisasi dan investasi (hijau) dalam industri mineral, energi dan digital.…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk