,

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta JIF Summit 2026: Jakarta Tawarkan 37 Proyek Strategis Senilai Rp115 Triliun

KS, JAKARTA  – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Rosan Perkasa Roeslani bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Grand Ballroom Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8/2026). Melalui forum bisnis dan investasi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan 37 proyek investasi strategis dengan total nilai indikatif sekitar Rp115 triliun.…

KS, JAKARTA  – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Rosan Perkasa Roeslani bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka Jakarta Investment Festival (JIF)
Summit 2026 di Grand Ballroom Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Melalui forum bisnis dan investasi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan 37 proyek investasi strategis dengan total nilai indikatif sekitar Rp115 triliun.

Mengusung tema “Advancing Today, Securing Tomorrow”, JIF 2026 menjadi momentum
memperkuat ketahanan Jakarta sebagai destinasi investasi di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.

 

Rosan mengatakan, kondisi global membuat investor kini semakin mempertimbangkan stabilitas, kepastian regulasi, infrastruktur yang andal, talenta terampil, kemitraan terpercaya, serta visi jangka panjang.

“Jakarta memiliki peran sentral dalam perjalanan tersebut. Jakarta adalah gerbang ekonomi dan keuangan Indonesia, menyumbang lebih dari 16 persen terhadap PDB nasional. Kontribusinya terhadap realisasi investasi nasional bahkan mencapai 17,2 persen pada semester pertama 2026. Peluang yang tersedia sangat besar,” ujar Rosan.

Rosan menegaskan, pemerintah ingin memastikan peluang investasi di Jakarta tidak berhenti pada tahap promosi, tetapi dapat direalisasikan menjadi proyek konkret melalui perbaikan iklim investasi, percepatan perizinan, dan kepastian regulasi.

“Pemerintah Indonesia siap bermitra dengan para investor, memobilisasi modal, dan membantu mengubah proyek-proyek strategis menjadi kenyataan,” tegas Rosan.

Jakarta Perkuat Daya Saing Kota Global

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta memilih terus
bergerak maju di tengah ketidakpastian global.

Pada kuartal II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh
5,52 persen secara tahunan, dengan inflasi sebesar 2,5 persen.

Realisasi investasi Semester I
2026 mencapai Rp173,6 triliun atau sekitar USD10,5 miliar.

“Jakarta memahami bahwa perubahan ini tidak dapat kita kendalikan, tetapi kita dapat menentukan bagaimana kita meresponsnya. Kami memilih untuk terus bergerak maju, memperkuat apa yang telah kita miliki saat ini, sekaligus membangun fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, pembangunan infrastruktur, penguatan layanan publik, serta pengembangan talenta dan inovasi menjadi bagian dari upaya menjaga daya saing Jakarta sebagai kota global.

Posisi Jakarta di tingkat global juga menunjukkan perkembangan positif.

Dalam Kearney Global City Index, peringkat Jakarta meningkat dari posisi 74 menjadi 71. Sementara dalam pemeringkatan ibu kota dunia, Jakarta berada di posisi 53 dari 100 kota.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal kepercayaan terhadap perekonomian Jakarta, iklim investasi kami, dan kemampuan kami untuk terus melangkah maju. Kami mengubah kepercayaan itu menjadi aksi nyata,” kata Pramono.

Luhut: Investor Kini Cari Kepastian dan Stabilitas
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai ketidakpastian global telah mengubah prioritas investor.

Menurutnya, biaya rendah dan akses pasar tidak lagi menjadi satu-
satunya pertimbangan utama dalam menentukan tujuan investasi.

“Ketidakpastian global saat ini sedang membentuk kembali prioritas para investor. Biaya rendah dan akses pasar bukan lagi satu-satunya pertimbangan utama. Saat ini, investor juga mencari prediktabilitas, kepastian hukum, dan stabilitas,” ujar Luhut.

Ia mengatakan, Indonesia perlu merespons perubahan tersebut melalui deregulasi dan
digitalisasi pemerintahan untuk menciptakan layanan publik yang lebih cepat, transparan, dan
dapat diprediksi bagi dunia usaha maupun masyarakat.

“Agenda kami selanjutnya adalah meningkatkan daya saing melalui deregulasi dan digitalisasi. Tujuannya adalah membuat layanan publik menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan lebih dapat diprediksi, baik bagi dunia usaha maupun masyarakat,” katanya.

Luhut menegaskan, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia dan perlu terus dikembangkan sebagai kota yang mudah untuk menjalankan bisnis, memiliki sistem pemerintahan digital, serta menjadi pusat inovasi dan keuangan.

“Jakarta adalah gerbang Indonesia. Jakarta harus menjadi tempat yang semakin mudah untuk menjalankan bisnis, menjadi kota dengan sistem pemerintahan digital sebagai standar utama, serta menjadi pusat inovasi keuangan dan kota yang nyaman untuk ditinggali,” tegas Luhut.

Tiga Pilar dan 37 Proyek Strategis Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mengatakan JIF 2026 menerjemahkan agenda pembangunan Jakarta melalui tiga pilar utama, yakni inovasi, modal, dan infrastruktur, yang direpresentasikan melalui tiga paviliun, yaitu Future-Proof City, Minds to Market, dan Capital that Connects.

Melalui Future-Proof City, Jakarta menampilkan berbagai proyek infrastruktur dan
pembangunan perkotaan strategis. Sementara Minds to Market mempertemukan gagasan, riset, dan inovasi dengan peluang pasar.

Adapun Capital that Connects menyoroti peran lembaga keuangan dan mitra pembangunan dalam mendukung investasi serta pembangunan perkotaan.

“Berbagai inisiatif tersebut dirancang untuk menciptakan nilai yang signifikan bagi pembangunan Jakarta sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global,” papar Heru.

Heru mengungkapkan, 37 proyek yang ditawarkan dikelola oleh 4 BUMN, 10 BUMD dan 1 anak perusahaan, serta 2 BLU/BLUD. Proyek tersebut mencakup sektor hunian, perhotelan, olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, komersial, mixed-use dan TOD, utilitas, transportasi, hingga pengembangan kawasan pesisir.

Jakarta juga mengembangkan kawasan investasi tematik, di antaranya Ragunan Campground sebagai pusat rekreasi hijau perkotaan, Grogol Petamburan sebagai kawasan kota pendidikan
masa depan, serta Kebon Jeruk sebagai kawasan hunian lintas generasi.

“Berbagai peluang yang ditawarkan melalui JIF 2026 kami harapkan dapat mendorong komunikasi bisnis, penjajakan kerja sama, hingga realisasi investasi yang memberikan dampak nyata bagi Jakarta,” ujar Heru.

JIF Dorong Investasi dari Promosi ke Realisasi

Kepala UP JIC DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Ezrin Kartika, mengatakan rangkaian JIF 2026 telah berlangsung sejak Juni melalui berbagai kegiatan promosi investasi dan berbagi pengetahuan, mulai dari Jakarta Investment Gateway, JIF Class, ASEAN Market Sounding, Side Panel Discussion, University Public Lecture, hingga berbagai exhibition class bersama para kolaborator.

Pada JIF Summit, agenda dilanjutkan dengan Plenary Discussion dan Investors & Lenders
Roundtable sebagai ruang pertukaran perspektif serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, investor, lembaga keuangan, dunia usaha, asosiasi, dan sektor swasta.

“JIF tahun 2026 ini menekankan pada ketahanan atau resiliensi Jakarta sebagai destinasi
investasi. Kami mengupayakan ketahanan kota melalui kolaborasi tiga aspek, yaitu riset dan inovasi, pembangunan infrastruktur yang berketahanan, serta penguatan permodalan melalui capital that connects,” ujar Ezrin.

JIF Summit 2026 berlangsung 27–28 Agustus 2026 di Shangri-La Jakarta. Rangkaian kegiatan menghadirkan Main Stage serta tiga paviliun, yakni Future-Proof City, Minds to Market, dan Capital that Connects, dilanjutkan Opening Ceremony, Plenary Discussion, roundtable session, presentasi proyek strategis BUMD, hingga Networking Reception dan MoU Signing.

“Pada akhirnya, JIF Summit 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi berlanjut menjadi komunikasi bisnis, penjajakan kerja sama, hingga realisasi investasi,” pungkas Ezrin. (***)

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity