,

Kasat Narkoba Karawang dan 7 Anggota Bebaskan Pengedar Obat Keras

KS, BANDUNG – Diduga bebaskan tahanan pengedar obat berbahaya, mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu (OKT), sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar). Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto membenarkan peristiwa pemeriksaan propam terkait dugaan delapan anggotanya membebaskan pengedar OKT. Dari delapan yang diperiksa, satu di antaranya…

KS, BANDUNG – Diduga bebaskan tahanan pengedar obat berbahaya, mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu (OKT), sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar).

Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto membenarkan peristiwa pemeriksaan propam terkait dugaan delapan anggotanya membebaskan pengedar OKT.

Dari delapan yang diperiksa, satu di antaranya yakni Kasat Narkoba Polresta Karawang Kompol Afrizal Wahyudi Achmad.

“Sudah ditangani Propam Polda Jawa Barat,” ucap dia saat dikonfirmasi, Rabu (4/11).

Dituturkannya, delapan orang anggota yang telah diperiksa Propam Polda Jabar telah dinonaktifkan dari jabatan dan tugas. Mereka pun telah dimutasi ke Polda Jawa Barat.

“Iya untuk saat ini semuanya sudah dinonaktifkan, sudah dimutasi ke Polda Jabar,” jelasnya.

Hingga saat ini, belum diketahui kronologis pembebasan pengedar OKT yang dilakukan jajaran Satresnarkoba Polresta Karawang tersebut.

Apa yang dilakukan oleh delapan anggota Polresta Karawang dengan membebaskan pengedar OKT berbanding terbalik dengan apa yang saat ini gencar dilakukan Polri.

Pasalnya, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh jajarannya agar lebih masif memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

Suyudi mengatakan pemberantasan narkoba di tanah air membutuhkan langkah yang masif dan berkelanjutan. Ia menegaskan hal itu sangatlah penting sebagai komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

“Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).

Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya kerja sama dari pelbagai pihak untuk menekan ruang gerak narkotika di seluruh wilayah. (ReD)

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity