KS, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal yang merupakan bagian dari Pelindo Group, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan kinerja operasional, serta mengembangkan layanan logistik kendaraan terintegrasi guna menghadapi tantangan industri otomotif dan memperluas peluang pertumbuhan bisnis ke depan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Public Expose 2026 yang diselenggarakan secara hybrid di Innovation Room, Kantor Pusat IPCC, Jakarta Utara (3/11/2026).
Mengusung tema “Aligned Growth, Strong Foundation, Future Ready!”, kegiatan ini menjadi sarana bagi Perseroan untuk menyampaikan perkembangan kinerja, strategi bisnis, serta prospek perusahaan kepada para investor sebagai bagian dari implementasi keterbukaan informasi.
Paparan Public Expose 2026 disampaikan oleh seluruh jajaran Direksi IPCC, yakni Direktur Utama Wing Megantoro, Direktur Operasi dan Teknik merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Donny Yuniarto, serta Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Bagus Dwipoyono.
Dalam pemaparannya, Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Donny Yuniarto, menjelaskan bahwa di tengah dinamika perekonomian global dan tantangan industri otomotif, Perseroan tetap mampu menjaga kinerja operasional dengan mencatatkan pertumbuhan volume bongkar muat kendaraan Completely Built Up (CBU).
Hingga kuartal III 2026, volume CBU pada terminal domestik tumbuh sebesar 13% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, secara keseluruhan di lima terminal satelit, pertumbuhan mencapai 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan distribusi kendaraan di pasar domestik, terutama melalui aktivitas bongkar muat di wilayah Banjarmasin dan Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar domestik masih menjadi salah satu penopang penting bagi pertumbuhan bisnis IPCC,” jelas Donny.
Di sisi lain, volume CBU pada terminal internasional tercatat sebanyak 332.918 unit atau mengalami penyesuaian sebesar 12% YoY. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya insentif impor kendaraan listrik serta dinamika perdagangan global yang turut memengaruhi aktivitas perdagangan otomotif internasional.
Meski demikian, IPCC tetap optimistis terhadap peluang pemulihan volume kargo internasional hingga akhir 2026 seiring dengan perkembangan pasar dan aktivitas perdagangan kendaraan.
Dari sisi kinerja keuangan, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC, Bagus Dwipoyono, memaparkan bahwa hingga September 2026 Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp645,48 miliar dan laba bersih sebesar Rp177,18 miliar. Capaian tersebut masing-masing mengalami koreksi sebesar 2,24% dan 6,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati menghadapi tekanan pada pendapatan dan laba, Perseroan tetap mampu mempertahankan kondisi keuangan yang sehat dengan dukungan likuiditas yang kuat.
Hal tersebut tercermin dari peningkatan current ratio menjadi 663,19%, dibandingkan 526,05% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, cash ratio juga meningkat menjadi 605,67% dari sebelumnya 486,09%.
“Posisi likuiditas yang kuat menjadi salah satu modal penting bagi Perseroan untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung rencana pengembangan bisnis ke depan. Terlebih, hingga saat ini IPCC tidak memiliki pinjaman perbankan maupun obligasi, sehingga Perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang baik dalam menjalankan strategi bisnis,” ungkap Bagus.
Sementara itu, Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, menegaskan bahwa Perseroan terus memperkuat strategi pengembangan bisnis melalui implementasi Integrated Auto Solutions. Strategi ini diarahkan untuk menghadirkan layanan logistik kendaraan yang semakin terintegrasi, mulai dari pengelolaan terminal hingga distribusi kendaraan kepada pelanggan.
Pengembangan layanan tersebut mencakup pengelolaan terminal, fasilitas penyimpanan dan pengelolaan kendaraan atau Vehicle Distribution Center (VDC), hingga layanan Car Distribution Management melalui moda car carrier, towing, dan self-drive.
Menurut Wing, penguatan ekosistem layanan terintegrasi menjadi langkah strategis IPCC untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat posisi Perseroan dalam rantai pasok industri otomotif nasional.
“Ke depan, kami tidak hanya berfokus pada layanan bongkar muat kendaraan, tetapi juga terus mengembangkan solusi logistik kendaraan secara menyeluruh atau end-to-end. Dengan demikian, IPCC dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif, efisien, dan memiliki nilai tambah bagi para pelanggan,” ujar Wing.
Sejalan dengan arah pengembangan bisnis periode 2026–2030, IPCC juga menetapkan sejumlah prioritas strategis, antara lain peningkatan kapasitas dan fasilitas terminal, integrasi layanan terminal satelit, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta perluasan jaringan operasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Perseroan, meningkatkan efektivitas operasional, serta membuka peluang pertumbuhan baru di tengah perkembangan industri otomotif dan kebutuhan logistik kendaraan yang semakin dinamis.
Menutup kegiatan Public Expose 2026, Wing Megantoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh investor atas kepercayaan dan dukungan yang selama ini diberikan kepada IPCC. Ia menegaskan bahwa Perseroan akan terus berupaya menjaga kinerja sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk menghadapi tantangan dan peluang pada tahun mendatang.
“Kami berharap kinerja tahun ini setidaknya dapat menyamai pencapaian tahun sebelumnya. Memasuki 2027, kami akan terus berupaya memperkuat fundamental perusahaan agar kepercayaan investor terhadap IPCC semakin meningkat,” tutup Wing.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, IPCC optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai perusahaan pengelola terminal kendaraan yang kompetitif, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Dengan mengedepankan inovasi, integrasi layanan, serta penguatan fundamental bisnis, IPCC terus melangkah menuju ekosistem terminal kendaraan kelas dunia.






























