KS, JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) IX Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menetapkan Capt. H. Juswandi Kristanto kembali menjabat sebagai Ketua Umum APBMI untuk periode 2026–2031. Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari agenda organisasi dalam memperkuat peran perusahaan bongkar muat sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kepelabuhanan yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya saing.(28/10/2026)
Munas IX APBMI diselenggarakan di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Meningkatkan Kemitraan APBMI dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Mewujudkan Ekosistem Kepelabuhanan yang Efisien dan Berdaya Guna.”
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol (Purn) Suntana. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran APBMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi sistem logistik nasional.
Menurutnya, soliditas organisasi dan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan sektor kepelabuhanan serta meningkatkan manfaat usaha bagi seluruh anggota APBMI.
Juswandi Kembali Dipercaya Pimpin Organisasi
Terpilihnya kembali Capt. H. Juswandi Kristanto menandai keberlanjutan kepemimpinan APBMI untuk lima tahun mendatang. Sebelumnya, ia telah memimpin organisasi tersebut pada periode 2021–2026.
Dalam kepemimpinan periode kedua ini, penguatan eksistensi Perusahaan Bongkar Muat (PBM), peningkatan kemitraan dengan Badan Usaha Pelabuhan, serta pengembangan iklim usaha yang sehat menjadi isu penting yang mengemuka dalam Munas IX.
Capt. Juswandi Kristanto menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah anggota dengan terus memperjuangkan penguatan peran perusahaan bongkar muat dalam rantai layanan kepelabuhanan.
Ia menegaskan bahwa keberadaan PBM perlu terus diperkuat agar perusahaan anggota dapat menjalankan kegiatan usahanya secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan logistik nasional.
Munas IX juga menjadi forum pengambilan keputusan organisasi, termasuk penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta penyusunan program kerja untuk periode lima tahun ke depan.
Dorong Kolaborasi untuk Layanan Pelabuhan yang Kompetitif
Sinergi antara perusahaan bongkar muat dan Badan Usaha Pelabuhan menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan Munas IX APBMI. Kolaborasi yang efektif dinilai penting untuk menciptakan layanan kepelabuhanan yang semakin kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Achmad Muchtasyar, dalam sambutannya turut mendorong APBMI beserta seluruh anggotanya untuk terus membangun kemitraan yang konstruktif dengan BUP.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung kelancaran arus barang di pelabuhan.
Dengan hubungan kemitraan yang semakin solid, pelaku usaha kepelabuhanan diharapkan mampu membangun ekosistem logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih baik di tengah perkembangan kebutuhan industri dan perdagangan.
Forum Konsolidasi dan Evaluasi Organisasi
Ketua Panitia Munas IX APBMI, Capt. Suwondo, menyampaikan bahwa Munas memiliki posisi strategis dalam perjalanan organisasi. Selain menjadi forum pengambilan keputusan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, menetapkan arah kebijakan, serta memilih kepengurusan yang akan menjalankan amanah anggota.
Ia berharap Munas IX dapat memperkuat persatuan dan membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan konstruktif demi kemajuan organisasi.
“Melalui Munas ini, kita berharap soliditas organisasi semakin kuat, persaudaraan antarangggota semakin erat, dan berbagai gagasan yang membangun dapat dirumuskan untuk kepentingan bersama. Mari kita junjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan,” ujar Suwondo.
Dihadiri Berbagai Asosiasi Sektor Maritim dan Logistik
Pembukaan Munas IX APBMI turut dihadiri sejumlah tokoh dari sektor kepelabuhanan, maritim, perdagangan, dan logistik nasional. Di antaranya Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Achmad Muchtasyar; Ketua Umum BPP Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI); Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan (ABUPI), Liana Trisnawati; serta Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan.
Hadir pula Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan; Presiden Indonesian Maritime Pilots’ Association (INAMPA), Pasoroan Herman Harianja; dan Ketua Umum Iperindo, Anita Pujiasrutu.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran kegiatan kepelabuhanan dan rantai pasok nasional.
Berdasarkan catatan panitia, Munas IX APBMI diikuti sekitar 503 orang, terdiri atas 414 peserta dan 89 peninjau. Jumlah tersebut berasal dari total 2.335 perusahaan bongkar muat yang tergabung dalam APBMI, dengan perwakilan dari 22 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 65 Dewan Pimpinan Cabang (DPC), dan 4 Pengurus Pelabuhan Cabang (PPC) yang tersebar di berbagai pelabuhan Indonesia.
Dengan berakhirnya rangkaian Munas IX, APBMI diharapkan mampu menerjemahkan keputusan organisasi menjadi program kerja yang konkret. Kepemimpinan periode 2026–2031 pun menjadi momentum untuk memperkuat posisi perusahaan bongkar muat, memperluas kemitraan dengan BUP, dan berkontribusi dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efektif serta berdaya saing.






























