KS, JAKARTA, 20 Oktober 2026 – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mengerahkan tiga kapal patroli beserta personel pendukung untuk membantu penanganan musibah kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi di perairan Selat Sunda.
Selat Sunda merupakan bagian dari wilayah kerja pengawasan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok. Sejak menerima informasi kejadian, jajaran Pangkalan segera mengerahkan unsur kapal dan personel untuk mendukung penanganan keadaan darurat dengan mengutamakan keselamatan jiwa, pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan (SAR), evakuasi korban, pengamanan lokasi kejadian, serta perlindungan lingkungan laut dari potensi pencemaran.
Operasi penanganan dipimpin langsung oleh Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., yang telah berada di lokasi sejak kejadian. Kehadiran Kepala Pangkalan bertujuan mengoordinasikan pergerakan unsur dan personel serta memastikan pelaksanaan operasi berjalan terpadu bersama instansi dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
TIGA KAPAL PATROLI DAN TIM TERPADU DIKERAHKAN
Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok mengerahkan tiga kapal patroli untuk mendukung penanganan kebakaran KMP Batu Mandi, yaitu KN Jembio P.215, KN Trisula P.111, dan KN Kujang P.201.
KN Jembio P.215 dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pemadaman kebakaran kapal, membantu kegiatan SAR dan evakuasi korban, serta mendukung pengamanan lokasi kejadian.
Sementara itu, KN Trisula P.111 dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman sekaligus mendukung langkah pencegahan dan penanggulangan potensi pencemaran laut akibat musibah tersebut.
KN Trisula P.111 juga membawa peralatan penanggulangan pencemaran berupa oil boom yang dipersiapkan untuk digelar pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026. Peralatan tersebut akan digunakan untuk melokalisasi potensi sebaran minyak atau bahan pencemar lainnya guna meminimalkan dampak terhadap perairan dan ekosistem laut.
Dukungan operasi turut diperkuat melalui KN Kujang P.201, dengan pengerahan kru dan personel dari sisi darat untuk membantu proses evakuasi korban serta memenuhi kebutuhan operasional di lapangan.
Selain mengerahkan kapal patroli, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok juga menurunkan Tim SAR Pangkalan dan Tim Marine Pollution atau Petugas Penanggulangan Pencemaran Laut.
Tim SAR difokuskan untuk mendukung pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban. Adapun Tim Marine Pollution bertugas memantau kondisi perairan serta mempersiapkan langkah pencegahan, pelokalisasian, dan penanggulangan potensi pencemaran laut.
OPERASI TERPADU BERSAMA INSTANSI DAN PEMANGKU KEPENTINGAN
Seluruh rangkaian operasi dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak, serta bersinergi dengan instansi dan pemangku kepentingan terkait di wilayah operasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan musibah berjalan efektif, mulai dari pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan, evakuasi korban, pengamanan lokasi kejadian, hingga upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut.
Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menyampaikan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian operasi.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Seluruh unsur yang kami kerahkan bergerak untuk mendukung pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan, serta evakuasi korban, sekaligus melakukan pengamanan lokasi kejadian.
Pada saat yang sama, kami mengantisipasi dampak terhadap lingkungan laut dengan menyiapkan Tim Marine Pollution dan oil boom untuk melokalisasi potensi pencemaran. Seluruh operasi dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergi bersama instansi serta pemangku kepentingan terkait,” ujar Fourmansyah.
DATA KAPAL, PENUMPANG, DAN KENDARAAN
Berdasarkan data yang diperoleh, KMP Batu Mandi melaksanakan pelayaran pada rute Bakauheni–Merak pada 20 Oktober 2026.
Kapal berbendera Indonesia tersebut memiliki nomor IMO 9759733, Gross Tonnage (GT) 5.553, dan Call Sign PLMI, dengan Edy Supramono sebagai nakhoda. Data yang diperoleh juga mencatat jumlah awak kapal sebanyak 40 orang, termasuk nakhoda.
Berdasarkan data manifes, jumlah penumpang tercatat sebanyak 420 orang dan kendaraan sebanyak 89 unit.
Dari total penumpang tersebut, sebanyak 27 orang merupakan penumpang pejalan kaki, yang terdiri atas:
- 17 laki-laki dewasa;
- 9 perempuan dewasa; dan
- 1 balita.
Sementara itu, sebanyak 393 orang lainnya tercatat sebagai penumpang yang berada di dalam kendaraan.
Adapun 89 kendaraan tersebut terdiri atas:
- Golongan II: 6 unit;
- Golongan IVA: 25 unit;
- Golongan IVB: 20 unit;
- Golongan VB: 13 unit;
- Golongan VIA: 6 unit;
- Golongan VIB: 9 unit; dan
- Golongan VII: 10 unit.
Dengan demikian, berdasarkan data manifes yang diperoleh, jumlah penumpang dan awak kapal tercatat sebanyak 460 orang, terdiri atas 420 penumpang dan 40 awak kapal, dengan total kendaraan sebanyak 89 unit.
Data tersebut merupakan informasi berdasarkan manifes yang diperoleh dan tidak dengan sendirinya menunjukkan jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi ataupun kondisi terkini seluruh penumpang dan awak kapal.
PENANGANAN BERLANJUT HINGGA KONDISI DINYATAKAN AMAN
Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh instansi serta pemangku kepentingan terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Pemantauan perkembangan situasi juga terus dilakukan hingga proses penanganan keadaan darurat selesai dan kondisi di lokasi dinyatakan aman.
Seluruh upaya penanganan tetap mengedepankan keselamatan jiwa, efektivitas operasi SAR dan pemadaman kebakaran, pengamanan lokasi kejadian, serta perlindungan lingkungan laut dari potensi pencemaran.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan evakuasi dan kondisi korban, operasi pemadaman, pengamanan lokasi, serta kondisi lingkungan laut akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan perkembangan resmi di lapangan.
DATA SINGKAT KMP BATU MANDI
- Nama kapal: KMP Batu Mandi
- Rute pelayaran: Bakauheni–Merak
- Bendera: Indonesia
- Nakhoda: Edy Supramono
- Nomor IMO: 9759733
- Gross Tonnage: 5.553 GT
- Call Sign: PLMI
- Jumlah penumpang: 420 orang
- Jumlah awak kapal: 40 orang, termasuk nakhoda
- Total penumpang dan awak kapal: 460 orang
- Jumlah kendaraan: 89 unit
UNSUR PANGKALAN PLP KELAS I TANJUNG PRIOK YANG DIKERAHKAN
- KN Jembio P.215
- KN Trisula P.111
- KN Kujang P.201
- Tim SAR Pangkalan
- Tim Marine Pollution/Petugas Penanggulangan Pencemaran Laut
DHARMA DJALA PRAJATAMA




























