
KS, JEMBER – Ormas MKGR Kabupaten Jember kembali menggelar kegiatan Sekolah politik angkatan kelima di Aula Badan Kepegawaian Daerah(BKD), Member, Jawa Timur, Minggu, (18/10/2021) kemarin.
Abdil Furqon selaku Kepala Sekolah Politik mengatakan giat ini salah satunya dimaksudkan sebagai bagian integral dari proses kaderisasi.
“Karena itu diperlukan adanya proses monitoring, evaluasi dan rencana tindak lanjut dari giat sekolah politik sebelumnya. Kami berharap dari 200 san peserta sebelumnya memiliki orientasi dan target yang jelas serta terukur,” kata Abdil Furqon.
Menurutnya, angakatan kelima ini dan seterusnya, merupakan aksi, evaluasi dan proyeksi dengan berjejaring membangun simpul-simpul yang beraneka menjadi sesuatu yang niscaya dilakukan.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Jember, Karimullah atau Ji Karim berharap giat sekolah politik menjadi penyuplai kader- kader potensial sekaligus penggerak partai di tingkat basis.
“Alumni sekolah politik tidak saja mahir dan cakap dalam mempersuasi dengan penguasaan wacana. Tetapi lebih jauh mampu berperan sebagai aktor, pelopor atau kader penggerak garda depan untuk membawa kemajuan, kebesaran dan kemenangan partai Golkar dalam setiap kontestasi politik,” jelasnya.
Ji Karim menargetkan capaian 8 kursi DPRD II Jember dalam pemilu 2024, yang akan dating semoga bisa terwujud.

Anggota DPR RI Dapil Jatim IV Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi yang juga pengurus DPP MKGR Koordinator Konsolidasi dan pemenangan wilayah III (Jateng, DIY, Jatim) sekaligus merupakan mentor dan inisiator sekolah politik menegaskan gagasan sekolah politik berangkat dari mimpi besar bersama.
“Pemilih potensial dari segmen Generasi Milineal harus kita lakukan dengan pendekatan dan cara yang berbeda. Kita tidak boleh lagi terjebak pada romantisme kejayaan dan kemenangan Golkar di masa lalu, ” jelasnya.
Spirit ini, lanjut Bang Pur sapaan akrabnya harus terus kita tumbuhkan, agar ke depan yang kita lakukan adalah kerja, kerja dan kerja mewujudkan mimpi besar.
“Siklus lima tahunan itu tidaklah lama, harus dari sekarang kita siapkan kader-kader terbaik dengan kompetensi yang multitalenta. Persebaran kader dalam berbagai komunitas menjadi penting. Politik itu salah satunya terkait erat dengan persepsi, ” ungkapnya.
Dalam forum inilah, kata Bang Pur kita rancang bangun strategi, bangun kesepahaman bersama agar langkah gerak ke depan tidak lagi didasarkan pada orientasi pragmatis kekuasaan belaka. Tetapi lebih jauh Golkar mampu hadir di tengah masyarakat, menjadi problem solving sehingga keberadaannya dirasakan manfaat dan akhirnya masyarakat menjatuhkan pilihan pada Golkar.
“Proses rekrutmen yang berjenjang, terstruktur dan
distribusi kader dalam berbagai lini kehidupan menjadi prioritas. Output dan outcome giat sekolah politik adalah bagian ikhtiar bersama bahwa Golkar hadir tidak hanya terkait momentum siklus lima tahunan. Tetapi terus selalu memberikan karya, bergerak dan selalu hadir di masyarakat,” pungkasnya. (red)