IPC TPK Perkuat Tata Kelola Operasional melalui Peninjauan Integrated Planning & Control Room oleh Danantara

KS, JAKARTA, 6 November 2026 – Dalam upaya memastikan standardisasi dan keandalan operasional bongkar muat, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kerja Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, di fasilitas Integrated Planning & Control Room IPC TPK, Rabu (4/11). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari peninjauan terhadap kesiapan fasilitas operasional, sistem perencanaan, serta mekanisme…

KS, JAKARTA, 6 November 2026 – Dalam upaya memastikan standardisasi dan keandalan operasional bongkar muat, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kerja Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, di fasilitas Integrated Planning & Control Room IPC TPK, Rabu (4/11).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari peninjauan terhadap kesiapan fasilitas operasional, sistem perencanaan, serta mekanisme pengendalian aktivitas bongkar muat. Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh proses operasional terminal berjalan secara efektif, terintegrasi, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan tersebut, IPC TPK memaparkan secara langsung penerapan sistem perencanaan dan pengendalian operasional yang menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kelancaran, produktivitas, serta keandalan layanan terminal peti kemas.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan bahwa Integrated Planning & Control Room memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh aktivitas operasional terminal terpantau dan terkoordinasi secara terpusat.

“Melalui Integrated Planning & Control Room, seluruh aktivitas operasional terminal dapat dipantau dan dikoordinasikan secara terintegrasi, mulai dari perencanaan kegiatan bongkar muat, pergerakan peralatan, hingga pengaturan sumber daya operasional. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas, akurasi perencanaan, serta meningkatkan produktivitas layanan terminal,” ujar Daniel.

Sebagai pusat kendali operasional, Integrated Planning & Control Room mengintegrasikan proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan bongkar muat dengan dukungan sistem digitalisasi. Melalui fasilitas ini, pemantauan aktivitas terminal dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengaturan pergerakan alat bongkar muat, alokasi lapangan penumpukan, serta koordinasi tenaga kerja operasional.

Selain meninjau fasilitas pusat kendali, kunjungan tersebut juga mencakup penelusuran alur layanan operasional dari hulu hingga hilir. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap tahapan proses berjalan sesuai prosedur dan standar operasional yang berlaku.

Konsistensi dalam perencanaan, pengawasan, dan pengendalian operasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas terminal sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. Upaya tersebut juga diarahkan untuk menekan waktu sandar kapal (port stay) dan waktu inap peti kemas (cargo stay), sehingga proses pelayanan terminal dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Daniel menegaskan, IPC TPK akan terus memperkuat sistem perencanaan dan pengendalian operasional melalui pemanfaatan teknologi digital serta penerapan standar kinerja yang konsisten.

“Melalui penguatan sistem perencanaan dan pengendalian yang didukung digitalisasi, IPC TPK terus berupaya memastikan setiap proses operasional berjalan semakin terukur, efisien, dan andal. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menjaga standar kinerja operasional terminal peti kemas guna mendukung kelancaran rantai logistik nasional,” tutup Daniel.

Melalui peninjauan ini, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola operasional terminal melalui standardisasi proses, penguatan pengendalian, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya layanan terminal peti kemas yang semakin produktif, efisien, dan berdaya saing dalam mendukung sistem logistik nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity