,

Presiden: Pemadaman Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Jadi Perhatian

KS, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan dan mengoptimalkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di taman nasional yang menjadi habitat bagi satwa-satwa dilindungi. Presiden mengatakan penanganan karhutla di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan (Pongo pygmaeus) terbesar di…

KS, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan dan mengoptimalkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di taman nasional yang menjadi habitat bagi satwa-satwa dilindungi.

Presiden mengatakan penanganan karhutla di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan (Pongo pygmaeus) terbesar di dunia. Selain itu, TN Tanjung Puting juga menjadi salah satu destinasi wisatawan mancanegara.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu (kawasan) taman nasional,” kata Prabowo dalam rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).

Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin menjelaskan bahwa penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena keberadaan satwa-satwa liar di sana.

Ia pun memaparkan penanganan karhutla melalui jalur darat menghadapi tantangan berupa medan yang cukup berat. Kendaraan seperti mobil pengangkut pompa dan alat pemadam kebakaran tidak memungkinkan untuk masuk ke kawasan tersebut.

“Saya sudah membuat tim, dari pagi sampai siang tadi kita rapat dengan BPBD, dengan pemda, Polri, kita membentuk tim betul-betul sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga. Karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh,” ucap Zainul dalam rapat.

Pangdam melaporkan bahwa penanganan karhutla di TN Tanjung Puting membutuhkan pompa air dan titik-titik bor air. Pengeboran di kawasan rawa akan dilakukan dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter untuk mendapatkan sumber air.

“Nanti kita berdayakan juga masyarakat untuk bantu untuk membuat bor-bor itu,” imbuh dia.

Untuk mempercepat pemadaman karhutla di kawasan tersebut, pemerintah akan menyiapkan pembangunan 200 titik bor air dan mengirimkan 200 unit pompa air dengan anggaran Rp2 miliar.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto juga melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo.

Suharyanto menyampaikan per 12 Oktober 2026, masih terdapat 639,23 hektare lahan terbakar di enam provinsi dan terus dilakukan upaya pemadaman. Lahan terbakar paling luas tercatat di Kalimantan Tengah yang mencapai 513,89 hektare.

“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan,” kata Suharyanto.

Suharyanto menyebut satgas udara telah mencoba bergerak dari bandara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun, visibilitas atau jarak pandang terlalu pendek akibat kabut asap yang begitu tebal.

“Di Kalimantan Tengah ini, operasi-operasi udara, baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah,” tuturnya.

Taman nasional lainnya yang juga menjadi perhatian dalam penanganan karhutla adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Penanganan di kawasan tersebut hingga kini masih terus dilakukan oleh BNPB bersama tim gabungan.

“Kami juga tetap mengerahkan heli _waterbombing_ untuk tempat-tempat yang susah dijangkau, sebagai contoh Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Maluku Utara,” kata Suharyanto.
[13/10, 20.46] TAUFIK: Rilis dorstop

Usai Dilantik, Novita Wijayanti Tegaskan PIRA Harus Bergerak hingga Pelosok Indonesia Jalankan Pesan Prabowo

JAKARTA, 13 Oktober 2026 – Ketua Umum Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (PP PIRA), Dr. Hj. Novita Wijayanti, menegaskan bahwa organisasi perempuan sayap Partai Gerindra harus semakin aktif bergerak hingga ke pelosok Indonesia untuk menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Novita seusai pelantikan pengurus pusat PIRA periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PIRA di Jakarta, Selasa (13/10).

Novita mengatakan, pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum untuk memperkuat peran PIRA sebagai rumah besar perempuan Partai Gerindra sekaligus memperluas gerakan sosial dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

“Hari ini adalah pelantikan pengurus pusat PIRA, di mana ini adalah sayap partai dari Gerindra, di mana ini adalah rumah besarnya perempuan Partai Gerindra, yang sejatinya hasilnya tahun lalu, tetapi kepengurusan baru dilantik hari ini,” ujar Novita

Menurutnya, peringatan 18 tahun perjalanan PIRA sengaja diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Hal ini dilakukan agar hari ulang tahun organisasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Berbagai program telah dilaksanakan, mulai dari donor darah, pemeriksaan dan sosialisasi kanker serviks, pemeriksaan kesehatan mata, pembagian kacamata gratis, hingga penyaluran bantuan sembako.

“Pelantikan ini disertai dengan ulang tahun ke-18 yang kita lakukan berbagai macam rangkaian kegiatan sosial. Seperti tadi sudah disampaikan, ada donor darah, kemudian cek kanker serviks, sosialisasi kanker, kemudian juga pembagian kacamata, ribuan kacamata, sembako, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Novita menegaskan, kegiatan sosial tersebut tidak akan berhenti setelah rangkaian pelantikan dan peringatan ulang tahun berakhir. PIRA telah menyiapkan sejumlah program lanjutan yang akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan kepengurusan di berbagai daerah.

Salah satu perhatian organisasi adalah peningkatan akses pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Jadi ulang tahun tidak hanya seremonial, tetapi kita memang diberi arahan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang turun langsung ke masyarakat, bersentuhan dengan masyarakat, dan memberikan solusi-solusi kepada masyarakat,” tegas Novita.

Selain program kesehatan dan pembagian bantuan sosial, PIRA juga merencanakan bantuan perbaikan bagi rumah ibadah serta berbagai pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menekankan bahwa setiap program yang dirancang harus memiliki manfaat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. “Intinya adalah program kita langsung bersama dengan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Novita secara khusus menyinggung pesan Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra agar perempuan terus bergerak dan mengambil peran dalam membantu masyarakat. Menurutnya, pesan tersebut menjadi semangat bagi seluruh kader PIRA untuk memperluas jangkauan kegiatan organisasi, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga hingga ke daerah.

“Karena ini pesannya Pak Prabowo, kita perempuan harus bergerak ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar Novita.

Ia menjelaskan, semangat tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan pelantikan pengurus pusat PIRA yang diikuti secara langsung maupun daring oleh jajaran pengurus dari berbagai daerah. Keterlibatan pengurus daerah tersebut diharapkan memperkuat koordinasi organisasi dalam menjalankan program sosial secara serentak dan berkesinambungan.

“Makanya tadi kita ada yang hadir fisik maupun yang online se-Indonesia. 38 provinsi dan 514 kabupaten yang ada di Indonesia, semuanya memonitor dan melakukan kegiatan yang sama, instruksi yang sama, selalu turun ke masyarakat,” jelasnya.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity