,

Kemenag Kembangkan 32 Pundi Dana Umat, Bidik Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Ekonomi

KS, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan 32 pundi dana umat. Dana tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan berbagai program kemaslahatan, khususnya untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pengembangan 32 pundi dana umat merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat…

KS, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan 32 pundi dana umat. Dana tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan berbagai program kemaslahatan, khususnya untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pengembangan 32 pundi dana umat merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan berbagai potensi dana sosial keagamaan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita bicara tentang pemberdayaan ekonomi umat. Kita memperkuat ekosistem ekonomi umat sekarang ini dengan 32 pundi umat yang sedang kita kembangkan,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers capaian dua tahun Kementerian Agama di Kantor Kemenag (19/10/2026).

Menurut Nasaruddin, dana umat memiliki potensi besar untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat. Sumber dana tersebut tidak hanya berasal dari zakat dan wakaf, tetapi juga dari infak, sedekah, amal jariah, fidiah, hibah, hingga wasiat.

Ia menilai, potensi tersebut perlu dikelola secara lebih terarah melalui pendataan yang baik, penguatan tata kelola, serta pengembangan ekosistem pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Nasaruddin juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap upaya pengembangan dana umat tersebut. Pemerintah, kata dia, juga merencanakan pembangunan pusat pemberdayaan ekonomi umat sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, program pemberdayaan melalui dana umat tidak hanya ditujukan kepada masyarakat Muslim, tetapi juga mencakup pemeluk agama lain. Karena itu, Kemenag mendorong pendataan potensi dana sosial keagamaan dari berbagai kelompok agama agar dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan.

“Untuk kebutuhan-kebutuhan mengatasi masalah kemiskinan umat, kalau gagasan-gagasan keumatan kita nanti ini berhasil, insyaallah itu nanti bisa dibantu oleh pengumpulan dana umat yang sedang kita kembangkan sekarang ini,” katanya.

Zakat Terkumpul Rp44 Triliun

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengungkapkan, dana zakat yang berhasil dihimpun sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp44 triliun. Selain itu, penghimpunan wakaf uang telah mencapai Rp4,7 triliun.

Menurut Kamaruddin, angka tersebut belum mencakup potensi dana sosial keagamaan lainnya maupun penghimpunan dana dari kelompok agama lain.

Ia menjelaskan, dana wakaf uang yang terkumpul dapat diinvestasikan, kemudian hasil investasinya disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

“Wakaf uang itu sekarang terkumpul Rp4,7 triliun. Dana Rp4,7 triliun ini diinvestasikan, kemudian hasil investasinya itu dibagikan kepada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat,” ujar Kamaruddin.

Selain pengelolaan wakaf uang, Kemenag juga terus melakukan pembinaan terhadap pengembangan kawasan wakaf. Hingga saat ini, Kemenag telah membina 25 titik kota wakaf.

Kamaruddin turut menyebutkan bahwa jumlah tanah wakaf yang tercatat mencapai 467.237 titik. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu modal penting dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Melalui pengembangan 32 pundi dana umat, Kemenag berharap potensi dana sosial keagamaan dapat dihimpun dan dimanfaatkan secara lebih optimal. Dengan demikian, dana tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat, membantu mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan lintas agama di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity