KS, JAKARTA – Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) mendorong penguatan ekosistem logistik isotank di Indonesia melalui modernisasi depo kontainer, peningkatan standar keselamatan, serta pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan logistik cair dari sektor industri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Ketua Umum ASDEKI, Mustofa Kamal Hamka, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya pada The 21st TCDA TankU Membership Event yang berlangsung di kawasan Harapan Indah, Bekasi, Rabu (21/10/2026).
Menurut Kamal, isotank kini memiliki peran strategis dalam rantai pasok berbagai industri, mulai dari kimia, energi, pangan, hingga farmasi. Penggunaan tangki kontainer untuk mengangkut muatan cair curah semakin dibutuhkan karena menawarkan solusi logistik yang mengutamakan keamanan, efisiensi, dan keandalan distribusi.
Namun, ia menegaskan bahwa pengembangan bisnis isotank tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan unit tangki yang berkualitas. Dukungan infrastruktur, kesiapan operasional depo, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan standar keselamatan harus berjalan beriringan.
“Keandalan layanan isotank tidak hanya ditentukan oleh kualitas unit tangki yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan seluruh ekosistem pendukungnya,” ujar Kamal.
Ia menjelaskan, depo kontainer memiliki posisi penting dalam memastikan kelancaran pergerakan isotank, mulai dari penanganan unit hingga kesiapan untuk digunakan kembali dalam kegiatan distribusi. Karena itu, pengelolaan depo perlu terus ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Modernisasi Depo Jadi Kunci
ASDEKI menilai paradigma pengelolaan depo kontainer perlu terus berkembang. Depo tidak lagi sebatas menjadi tempat penyimpanan kontainer, tetapi harus mampu berfungsi sebagai bagian integral dari infrastruktur logistik modern.
Untuk mencapai hal tersebut, peningkatan kualitas manajemen operasional, penerapan prosedur keselamatan dalam penanganan muatan cair dan berbahaya, serta integrasi sistem digital menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian.
Selain aspek operasional, penerapan prinsip keberlanjutan juga dinilai semakin relevan. Salah satu kerangka yang disoroti adalah EcoVadis, yang berkaitan dengan penilaian kinerja keberlanjutan perusahaan berdasarkan sejumlah aspek, termasuk lingkungan, sosial, etika, dan pengadaan berkelanjutan.
Menurut Kamal, peningkatan standar pengelolaan depo akan membantu pelaku usaha menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pelanggan sekaligus memenuhi ekspektasi pasar internasional terhadap keselamatan, efisiensi, dan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Transformasi tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan depo kontainer nasional di tengah persaingan industri logistik yang semakin ketat.

Sinergi Pemerintah dan Industri Diperlukan
Di samping modernisasi infrastruktur, ASDEKI menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan pemerintah dengan kebutuhan operasional pelaku usaha. Regulasi yang selaras dengan kondisi di lapangan dinilai dapat mendukung kelancaran proses logistik dan fasilitasi perdagangan.
Kamal mengatakan, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta merupakan fondasi penting untuk membangun industri isotank yang lebih terintegrasi dan kompetitif.
“Sinergi antara kebijakan pemerintah dan inovasi sektor swasta merupakan hal yang mutlak diperlukan. Kita harus menjembatani kerangka regulasi dengan realitas di lapangan untuk memastikan kelancaran fasilitasi perdagangan, keselamatan, dan daya saing,” katanya.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga pemerintah, operator pelabuhan, produsen isotank, penyedia teknologi, serta pengelola depo kontainer.
Koordinasi antarpemangku kepentingan diharapkan mampu membantu mengidentifikasi dan mengatasi kendala operasional, memperkuat konektivitas logistik, serta menciptakan sistem distribusi yang lebih efektif.
Forum Industri Perluas Peluang Kolaborasi
Kamal juga mengapresiasi penyelenggaraan The 21st TCDA TankU Membership Event sebagai forum yang mempertemukan berbagai unsur dalam industri isotank dan logistik. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha, pembuat kebijakan, produsen global, operator depo, dan pengembang teknologi untuk bertukar pengetahuan serta membahas peluang pengembangan industri.
Dalam kegiatan tersebut, Amran Rosyadi, Director PT KAN Isotank Mandiri, bersama Kevin Feng, Sales and Marketing Director Guard Technology Co., Ltd., turut menyoroti potensi pengembangan bisnis logistik isotank di Indonesia.
Posisi Indonesia sebagai salah satu pasar strategis di Asia Tenggara membuka peluang bagi pengembangan layanan isotank, seiring kebutuhan industri terhadap sistem pengangkutan muatan cair yang aman dan efisien.
Perwakilan Kementerian Perhubungan juga menegaskan pentingnya peran isotank dalam memperkuat konektivitas logistik nasional, terutama untuk mendukung distribusi produk industri kimia.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perindustrian, serta Direktur Operasi PT Pelindo, Prasetiadi.
Melalui penguatan kolaborasi dan peningkatan standar operasional, pengembangan bisnis isotank di Indonesia diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran distribusi barang, tetapi juga mendorong peningkatan keselamatan, perlindungan lingkungan, dan digitalisasi layanan logistik.
Bagi ASDEKI, kesiapan seluruh ekosistem menjadi faktor penting agar depo kontainer nasional mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok global sekaligus mendukung pertumbuhan industri dan perdagangan Indonesia secara berkelanjutan.




























