KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Hadirkan Harapan Baru bagi Masyarakat Nias Selatan

KS, PULO TELLO, 3 November 2026 – Konektivitas antarpulau di Kabupaten Nias Selatan memasuki babak baru. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan resmi meluncurkan KMP Hafamati HF sebagai kapal penyeberangan perintis untuk memperkuat akses transportasi masyarakat di wilayah kepulauan. Peluncuran yang berlangsung di Pelabuhan Pulau Tello, Selasa (3/11), dihadiri oleh Bupati…

KS, PULO TELLO, 3 November 2026 – Konektivitas antarpulau di Kabupaten Nias Selatan memasuki babak baru. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan resmi meluncurkan KMP Hafamati HF sebagai kapal penyeberangan perintis untuk memperkuat akses transportasi masyarakat di wilayah kepulauan.

Peluncuran yang berlangsung di Pelabuhan Pulau Tello, Selasa (3/11), dihadiri oleh Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Selatan Damai Omega Telaumbanua, serta perwakilan manajemen ASDP. Kapal ini dijadwalkan mulai melayani masyarakat pada Kamis (5/11).

Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyambut baik pengoperasian KMP Hafamati HF sebagai langkah nyata dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan.

“Kami mengapresiasi sinergi ASDP dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Kehadiran kapal ini sangat berarti untuk mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarpulau,” ujarnya.

KMP Hafamati HF akan melayani lintasan Pulau Tello–Lasondre–Saeru dengan total jarak sekitar 30 mil laut. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, distribusi kebutuhan pokok, hingga aktivitas perekonomian.

General Manager ASDP Cabang Danau Toba, Ellenor Piri, mengatakan bahwa kehadiran kapal ini bukan sekadar penambahan armada, melainkan wujud komitmen ASDP dalam menghadirkan konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kepulauan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Bagi masyarakat kepulauan, konektivitas merupakan kebutuhan mendasar. Kami berharap KMP Hafamati HF dapat menjadi penghubung antarpulau, membuka peluang ekonomi, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik. Dalam pengoperasiannya, kami tetap mengedepankan prinsip 3S, yaitu Safety, Security, dan Service,” ungkap Ellenor.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Selatan Damai Omega Telaumbanua menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberlanjutan layanan melalui koordinasi bersama ASDP dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap layanan ini dapat berjalan secara konsisten dan memberikan kepastian transportasi bagi masyarakat di pulau-pulau yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” katanya.

Perkuat Layanan Penyeberangan Antarpulau

KMP Hafamati HF yang dinakhodai Capt. Krisno Samosir merupakan kapal tipe Ro-Ro Passenger Boat dengan bobot 60 Gross Tonnage (GT). Kapal ini memiliki kapasitas angkut hingga 40 penumpang dan 10 sepeda motor, serta kecepatan dinas mencapai 10 knot.

Pada 2026, layanan penyeberangan ini direncanakan beroperasi selama lima hari dalam periode 14 hari. Setiap hari operasional akan dilaksanakan empat perjalanan, dengan rangkaian lintasan sebagai berikut: Pulau Tello–Lasondre, Lasondre–Saeru, Saeru–Lasondre, dan Lasondre–Pulau Tello.

Sementara itu, pada 2027, layanan keperintisan direncanakan beroperasi selama 365 hari dengan target 289 trip pada masing-masing lintasan.

Melalui pengoperasian KMP Hafamati HF, ASDP berharap konektivitas antarpulau tidak hanya menjadi sarana penghubung wilayah, tetapi juga mampu membuka peluang, menggerakkan roda perekonomian, serta menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Nias Selatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Care for Humanity