Skip to content
-
Logo_KS Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi

Logo_KS Kabar Senator

Media Aspirasi dan Inspirasi

  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Privacy & Policy
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Privacy & Policy
Close

Search

Sering di Razia Satpol PP, Pengamen di Pemalang Deklarasi Komunitas Abangijo

By OTech Media Center
September 13, 2021

KS, PEMALANG – Lantaran sering menjadi bulan-bulanan razia baik yang dilakukan oleh pihak kepolisian maupun Satuan Polisi Pamongpraja atau Satpol PP. Komunitas pengamen jalanan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah akhirnya mendeklarasikan diri untuk membentuk suatu wadah komunitas.

Komunitas yang beranggotakan para pengamen jalanan yang biasa menjajakan suaranya diperempatan lampu merah atau traffic light wilayah Kabupaten Pemalang kini punya wadah persatuan untuk menggalang solidaritas antar sesama pengamen jalanan yang diberi nama Komunitas Abang Ijo atau (KAI).

Andi Rustono Pembina KAI menyatakan, komunitas ini memiliki jumlah anggota yang cukup lumayan banyak yaitu sekitar 150 orang, mereka tersebar dan biasa beraksi di perempatan lampu merah yang ada di wilayah Kabupaten Pemalang.

“Masyarakat Pemalang pastinya sudah tak asing dengan kehadiran anak jalanan yang mengamen di traffic light, saat lampu menunjukan warna merah. Mereka biasanya mengais rezeki lewat ngamen, dengan alat musik seadanya seperti kentrung, gendang dari paralon bekas, serta tepukan tangan,” jelas Andi saat acara deklarasi persatuan pengamen Pemalang di Padepokan Lintang Kemukus, Kelurahan Paduraksa, Pemalang, Minggu (12/9/2021) kemarin.

Tampilan para pengamen yang kadang bergaya ala punk, bertato, dan bertindik, ini kerap dipandang sebelah mata, oleh sebagain warga. Tak hanya itu, mereka juga kerap jadi sasaran operasi ketertiban umum, oleh aparat.

“Tujuanya untuk mempererat solidaritas, kini para pengamen di traffic light Pemalang itu punya wadah, deklarasi ini dilatarbelakangi oleh maraknya razia anak jalanan oleh aparat, yang mana anak jalanan ini kesehariannya adalah pengamen,” imbuhnya.

Andi menambahkan, biasanya saat jadi bulan-bulanan razia alat musik yang digunakan mereka untuk mengais rezeki disita oleh aparat Satpol PP. Oleh karena itu, kedepan dengan adanya wadah komunitas ini aksi represif yang dilakukan aparat terhadap komunitas abng ijo ini bisa diminimalisir.

“Mustinya, aparat tak sekadar merazia para pengamen ini secara represif. Melainkan, juga memberi solusi untuk mereka, agar menuju ke arah yang lebih baik. Bukan cuma main sita alat musiknya, jangan begitu lah. Beri peluang buat mereka untuk bisa ikut Balai Latihan Kerja atau sejenisnya, supaya mereka tidak lagi di jalanan,” pungkasnya. (ndr)

Tags:

komunitas abang ijopemalangpengamen jalananpengamen perempatan
Author

OTech Media Center

Follow Me
Other Articles
Previous

17 Tewas Akibat Badai Topan Jolina di Filipina

Next

Mendagri Beri Lampu Hijau Wacana Pembentukan Provinsi Papua Selatan

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Profil Senator

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

September 29, 2024

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

June 23, 2024

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

June 21, 2024

Ekonomi

Kemenperin: Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi dan Pacu Industri Nasional

June 26, 2026

Minyak Dunia Melemah, Pertamax Ikut Turun

June 25, 2026

Prabowo Tegaskan MBG Prioritas Nasional di Tengah Penolakan Publik

June 25, 2026

Agenda

Gelar Wakaf & Zakat Run 2024: BWI, Kemenag dan BAZNAS Ajak Masyarakat Berolahraga Sambil Beramal

November 24, 2024

Unand Gelar Webinar, Hadirkan Inspirasi dari Alumni Para Duta Besar

October 7, 2024

Dedi Senang Bisa Berolaharaga Bersama Cawagub Jabar Ilham Akbar Habibie

October 6, 2024
Logo_KS

Copyright @ 2026 — kabarsenator.com
PT. Dwikarsa Media Nusantara