KS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kemudahan bagi warga yang merayakan Idul Fitri 2026 di ibu kota. Seluruh moda transportasi umum yang dikelola Pemprov DKI, mulai dari TransJakarta, MRT, LRT, Mikrotrans, hingga JakLingko, akan digratiskan selama masa Lebaran.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kebijakan ini saat acara di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/03).
“Semua transportasi yang dikelola Pemerintah DKI Jakarta akan kami gratiskan saat Idul Fitri, apakah itu MRT, LRT, TransJakarta, Mikrotrans, JakLingko, dan sebagainya,” ujarnya.
Pramono menambahkan, kebijakan ini ditujukan bagi warga yang tidak mudik agar tetap bisa bersilaturahmi dan beraktivitas dengan mudah. Ia juga menegaskan Jakarta terbuka bagi siapa saja yang datang, tanpa adanya operasi yustisia.
“Jakarta terbuka bagi siapa saja untuk datang. Karena hampir semua yang duduk di depan ini dulu mengadu nasib ke Jakarta, termasuk saya,” katanya.
Selain transportasi gratis, Pemprov DKI juga menyiapkan program insentif berupa diskon besar-besaran di pusat perbelanjaan, pertokoan, dan hotel, dengan potongan harga mencapai 70–80 persen.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif promo maksimal Rp 10.000 untuk LRT Jabodebek selama libur Lebaran 2026, berlaku pada 18–24 Maret. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyebut kebijakan ini untuk mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi umum yang aman dan efisien.
“LRT Jabodebek tetap beroperasi sebanyak 270 perjalanan setiap hari selama periode libur panjang. Dengan konektivitas antarmoda, penumpang bisa melanjutkan perjalanan melalui KRL, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, hingga TransJakarta,” ujarnya.
Kebijakan transportasi gratis dan tarif promo ini diharapkan memudahkan mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya selama Idul Fitri, baik untuk bersilaturahmi maupun rekreasi. (A2n)









