Rp4 Triliun untuk Madrasah, Menko AHY: Pendidikan Tidak Boleh Tertinggal
KS, BOGOR – Pemerintah terus mempercepat revitalisasi infrastruktur pendidikan keagamaan melalui program rehabilitasi dan renovasi 1.397 madrasah di seluruh Indonesia dengan total anggaran hampir Rp4 triliun.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau progres rehabilitasi dan renovasi MTs Negeri 1 Kota Bogor, Jawa Barat.
Menko AHY menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah di bawah Kementerian Agama.
“Ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk memastikan fasilitas pendidikan yang aman, kokoh, dan berkualitas dapat dirasakan oleh anak-anak Indonesia di berbagai daerah,” ujar Menko AHY.
Secara nasional, program revitalisasi tersebut mencakup 1.397 madrasah di seluruh Indonesia. Pada tahap pertama tahun 2025, sebanyak 548 madrasah telah direhabilitasi melalui skema single year contract dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun.
Selanjutnya terdapat 13 madrasah di Kalimantan Barat yang juga dikerjakan melalui skema single year contract dengan nilai sekitar Rp60 miliar.
Sementara itu, porsi terbesar program dilaksanakan melalui skema multi-year contract 2025–2026 yang mencakup 836 madrasah dengan total anggaran sekitar Rp2,35 triliun. Hingga saat ini progres pelaksanaannya secara nasional telah mencapai sekitar 62 persen.
Khusus di Provinsi Jawa Barat, terdapat 127 madrasah yang menjadi bagian dari program revitalisasi tersebut.
Menko AHY menegaskan bahwa pemerataan akses terhadap fasilitas pendidikan yang berkualitas merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia sekaligus memperkuat daya saing bangsa.
“Kita ingin memastikan anak-anak Indonesia, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman dan berkualitas. Pendidikan yang baik harus didukung oleh infrastruktur yang baik pula,” ujarnya.
Menurut Menko AHY, pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa sekaligus masa depan Indonesia.