Penyelamatan Satwa Liar Dilindungi Hasil Penyelundupan

KS, JAKARTA – Bertempat di Markas Komando Pelabuhan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak, Selasa (20/2/12/2022), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kalimantan Barat menerima penyerahan beberapa satwa hasil operasi penyergapan terhadap kapal berbendera asing.

Operasi yang dilakukan oleh KRI Siribua dari Lantamal XII Pontianak ini didasari informasi masyarakat terkait adanya pengangkutan satwa yang dilakukan Kapal MV Royal 06 berbendera Vietnam di perairan Pontianak.

Dalam operasi juga ditangkap 10 Anak Buah Kapal serta seorang nahkodanya yang bernama Le Van Ahie yang kesemuanya warga negara Vietnam.

Kapal yang tugas pokoknya sesuai manifest seharusnya membawa bungkil kelapa sawit, namun didalam kabin ABK kapal diselundupkan beberapa satwa tanpa dokumen yang sah.

Beberapa jenis satwa diantaranya merupakan satwa dilindungi negara sesuai dengan UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Satwa yang sebagian merupakan satwa endemik Kalimantan dan dilindungi, ada juga beberpa jenis satwa burung yang bukan asli dari Kalimantan.

Satwa-satwa tersebut diantaranya Bekantan (16 ekor), Burung Kaka Tua Putih (19 ekor kondisi satu ekor mati), Burung Kaka Tua Raja (1 ekor), Bebek Entok (5 ekor), Ayam (15 ekor).

Komandan Lantamal XII Pontianak, Laksamana TNI Suharto  dalam keterangannya menyampaikan bahwa, modus Kapal MV Royal 06 adalah melakukan loading secara normal di pelabuhan, namun dalam perjalanan kapal tersebut melakukan lempar jangkar dan melakuoan loading ilegal mengangkut satwa-satwa tersebut.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, RM Wiwied Widodo memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelamatkan satwa-satwa milik negara dari penyelundupan.

Kedepan kolaborasi dalam penanganan perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa liar akan terus ditingkatkan antara KLHK, TNI, dan instansi/lembaga terkait.

RM Wiwied Widodo juga menjelaskan bahwa satwa-satwa ini selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Balai Karantina untuk memastikan tidak adanya media pembawa penyakit.

“Seandainya semua satwa ini bersih dari penyakit, satwa-satwa ini akan dilakukan rehabilitasi untuk selanjutnya di lepasliarkan di habitat aslinya.” terang RM Wiwied Widodo. (Wid)

Related Posts

  • February 1, 2026
Operasi Pekat Jaya 2026, Patroli Malam Brimob Temukan Sajam dan Gagalkan Tawuran di Jaktim

  KS, JAKARTA  — Patroli malam Satuan Brimob Polda Metro Jaya kembali menggagalkan aksi tawuran remaja di wilayah Jakarta Timur dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026. Dalam patroli tersebut, petugas…

  • February 1, 2026
Patroli KRYD Jaga Jakarta, Ops Pekat Jaya, Cegah Gangguan Kamtibmas

    KS, Jakarta – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kasiwas Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Bambang Irawan, memimpin…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk