ETOS Indonesia: Penegakan Hukum Bungkam Hadapi Dugaan Korupsi Triliunan di BUMN

 

 

KS, JAKARTA — Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, melontarkan kritik tajam terhadap lemahnya penegakan hukum dalam menghadapi dugaan korupsi bernilai triliunan rupiah di sejumlah BUMN. Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/5), ia mempertanyakan transparansi dan keseriusan negara dalam menyikapi dana besar yang digelontorkan ke berbagai institusi, namun tanpa kejelasan penggunaan dan hasilnya.

“Di Pupuk Indonesia ada Rp8,3 triliun, PLN Rp21 triliun, WIKA Rp803 miliar. Ke mana semua uang negara itu?” ujar Iskandar di hadapan awak media.

Ia menyesalkan minimnya langkah konkret dari aparat penegak hukum, seperti Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam menindaklanjuti kasus-kasus yang dinilainya sudah terang benderang.

“Semua seperti bungkam. Penegak hukum kita seolah tak bernyali menghadapi para perampok uang negara. Ini menciptakan preseden buruk dan mempertegas stigma bahwa hukum di Indonesia tajam ke bawah, tumpul ke atas,” kata Iskandar.

Ia menegaskan bahwa data yang disampaikan ETOS adalah valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, yang dibutuhkan kini adalah kesungguhan dan kemampuan negara dalam menegakkan keadilan.

“Korupsi adalah kejahatan kemanusiaan yang harus kita lawan bersama. Kami masih berbaik sangka dengan pemerintahan ini. Presiden Prabowo, sesuai janji kampanyenya, harus bisa membuktikan komitmennya memberantas korupsi bahkan hingga ke antariksa,” ujarnya.

Iskandar menekankan bahwa masyarakat akan mendukung penuh langkah tegas pemerintah dalam menindak korupsi, namun jika kejahatan terus dibiarkan, rakyat bisa kehilangan kepercayaan dan mencari jalan mereka sendiri.

“Jangan sampai kejahatan menang karena kebenaran memilih diam. Hari ini kejahatan justru semakin masif karena kita semua menutup mata dan telinga. Rakyat seperti dibuat tidak berdaya,” lanjutnya.

Sebagai penutup, Iskandar menyindir kondisi ironi yang terjadi di Tanah Air. “Kalau India bisa menjadikan Bollywood tuan rumah di negerinya sendiri, maka di Indonesia justru para perampok menjadi penguasa atas bangsanya sendiri,” pungkasnya.(erlita)

 

Related Posts

  • May 3, 2026
Lemkapi Puji Kinerja Polri Amankan May Day 2026

  KS, JAKARTA – Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri dalam mengamankan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang berlangsung di Jakarta dan…

  • May 2, 2026
Ketua Fraksi Gerindra Sultra Apresiasi May Day Monas: Buruh Kini Sampaikan Aspirasi Tanpa Benturan

  KS, JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, mendapat apresiasi dari Ketua Fraksi Partai Gerindra Sulawesi Tenggara, La Isra. Ia menilai peringatan…

Leave a Reply

Profil Senator

Pakar Puji Kecerdikan Strategi Kejagung dalam Memberantas Korupsi, Tingkat Kepercayaan Masyarakat 80 Persen

  • February 16, 2026
Pakar Puji Kecerdikan Strategi Kejagung dalam Memberantas Korupsi, Tingkat Kepercayaan Masyarakat 80 Persen

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU