Agus Rahardjo di Dukung Eks Penyidik KPK, Bongkar Dugaan Intervensi e-KTP

KS, JAKARTA – Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo diminta membongkar dugaan intervensi Presiden Jokowi di kasus korupsi e-KTP.

Mantan penyidik senior KPK Praswad Nugraha mendukung eks Ketua KPK Agus Rahardjo membongkar dugaan intervensi di masa kepemimpinannya. Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo diduga mengintervensi kasus korupsi e-KTP yang menjebloskan mantan Ketua DPR Setya Novanto ke penjara.

Mantan Penyidik KPK ini, menilai intervensi untuk menghalangi proses penegakan hukum merupakan pelanggaran serius. Ketua Indonesia Memanggil (IM57+) Institute itu pun mendorong Agus membongkar dugaan intervensi tersebut agar semuanya terang benderang.

“Kami mendukung agar Agus Rahardjo membongkar praktik (intervensi) yang dilakukan tersebut secara tuntas dan komprehensif,” kata Praswad dalam keterangannya, Sabtu (2/12).

Di sisi lain, dia pun menilai dugaan intervensi yang dialami Agus saat mengusut kasus tersebut sangat mungkin terjadi. Sebagai penyidik KPK kala itu, Praswad mengatakan bukti tidak langsung atas dugaan intervensi sangat kuat.

Pertama, menurutnya, kala itu Agus sempat ingin mundur sebagai Ketua KPK karena sejumlah intervensi selama pengusutan kasus. Kedua, setelah KPK menetapkan beberapa tersangka, belakangan DPR menyepakati usulan revisi UU KPK yang diketok pada 2019.

“Pasca dilakukan penyidikan dan penetapan tersangka, adanya revisi dari UU KPK yang disetujui oleh Presiden. Hal tersebut didahului teror kepada penyidik yang menangani kasus terkait,” katanya.

Novel Sebut Agus Rahardjo Sempat Mau Mundur Usai Dimarahi Jokowi
Praswad menyebut meski mengalami sejumlah tekanan dan intervensi, KPK tetap tegak lurus menjalankan semua prosedur hukum. Buntutnya, lembaga antirasuah juga menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa Agus Rahardjo dan kami tetap berupaya tegak lurus terhadap proses penegakan hukum walaupun pada akhirnya disingkirkan,” kata Praswad.

Dalam program Rosi Kompas TV Kamis (30/1) malam, Agus Rahardjo mengungkap pengakuan bahwa Jokowi sempat marah kepadanya di Istana pada 2017 dan meminta agar kasus e-KTP yang tengah diusut KPK dihentikan. Namun, KPK kala itu menolak keinginan Presiden.

Agus meyakini penolakan KPK berimbas pada revisi UU KPK yang disahkan pada 2019. Dalam revisi UU KPK, terdapat sejumlah ketentuan penting yang diubah. Di antaranya KPK kini berada di bawah kekuasaan eksekutif dan bisa menerbitkan SP3 atau penghentian kasus.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengaku telah mengecek pertemuan dimaksud, namun tidak ada dalam agenda presiden.

“Setelah dicek, pertemuan yang diperbincangkan tersebut tidak ada dalam agenda Presiden,” kata Ari melalui keterangan tertulis. (int/can)

Related Posts

  • May 2, 2026
Polda Metro Jaya Berhasil Cegah Upaya Penyusupan, May Day 2026 Kondusif

  KS, JAKARTA  –  Polda Metro Jaya memastikan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Jakarta berjalan aman, tertib, dan kondusif, Jumat (1/5/2026). Kegiatan berlangsung di sejumlah titik,…

  • May 2, 2026
Polri Apresiasi Massa Buruh Sampaikan Aspirasi Tertib pada Peringatan May Day

  KS, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia mengapresiasi para buruh yang menyampaikan aspirasi secara tertib dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di kawasan Monas, Jakarta,…

Leave a Reply

Profil Senator

Pakar Puji Kecerdikan Strategi Kejagung dalam Memberantas Korupsi, Tingkat Kepercayaan Masyarakat 80 Persen

  • February 16, 2026
Pakar Puji Kecerdikan Strategi Kejagung dalam Memberantas Korupsi, Tingkat Kepercayaan Masyarakat 80 Persen

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU