KS, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Tragedi Trisakti, sejumlah aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi dan elemen kampus, termasuk Kolektif Unpam, menggelar kegiatan refleksi, doa bersama, serta penyampaian pernyataan sikap sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang reformasi yang gugur demi memperjuangkan demokrasi dan keadilan di Indonesia.
Peringatan tersebut menjadi momentum penting bagi kalangan mahasiswa untuk mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus menegaskan komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas sosial di tengah dinamika demokrasi saat ini.
Dalam kegiatan itu, para aktivis menyampaikan pesan moral agar seluruh elemen masyarakat dapat menyikapi perbedaan pandangan secara dewasa, bijaksana, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Koordinator aksi, Sdr. MIR, menegaskan bahwa semangat reformasi tidak seharusnya dimaknai sebagai ruang untuk menciptakan konflik maupun perpecahan. Menurutnya, reformasi harus menjadi semangat bersama untuk memperkuat demokrasi melalui dialog, partisipasi publik, serta penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan bangsa dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.
Tragedi Trisakti menjadi pelajaran penting bahwa kekerasan dan konflik hanya akan meninggalkan luka mendalam bagi bangsa,” ujar Sdr. MIR kepada media, Senin (11/5/2026).
Selain itu, para aktivis juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan bangsa yang semakin kompleks. Mereka menilai generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor perdamaian, menjaga nilai toleransi, serta memperkuat rasa persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Melalui peringatan Tragedi Trisakti ini, para mahasiswa berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari sejarah dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, demokratis, serta harmonis.
Semangat perjuangan para korban reformasi diharapkan menjadi pengingat bahwa perubahan harus diperjuangkan melalui cara-cara damai, bermartabat, dan berlandaskan kepentingan rakyat.(erlita)








