KS, JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, secara resmi melepas ratusan calon pekerja migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Jepang dalam tahap awal program penempatan tenaga kerja ke luar negeri.(3/4/2026)
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Cak Imin itu menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kesempatan yang diperoleh para peserta untuk mengembangkan masa depan mereka.
“Hari ini kita dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur melepas anak-anakku yang akan berangkat ke Jepang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar untuk bekerja di luar negeri, melainkan membawa harapan besar bagi masa depan individu, keluarga, dan bangsa.
“Kita titipkan kepada mereka masa depan mereka sendiri, masa depan keluarga mereka, dan masa depan kita semua,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga membagikan pandangannya mengenai manfaat merantau. Menurutnya, ada tiga hal berharga yang bisa diperoleh dari bepergian ke luar negeri.
“Kalau berangkat pergi itu ada tiga kenikmatan yang didapatkan, yaitu mendapatkan teman baru, rezeki, dan doa serta rindu dari orang-orang yang ditinggalkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga profesionalitas, integritas, serta komitmen selama bekerja di luar negeri sebagai representasi bangsa Indonesia.
“Kuncinya adalah profesionalitas Anda, integritas Anda, dan komitmen Anda untuk menjaga nama baik Indonesia,” tegasnya.
Program ini didukung penuh oleh pemerintah melalui berbagai inisiatif, salah satunya program SMK Global yang bertujuan meningkatkan kesiapan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional. Negara-negara maju seperti Jepang menjadi tujuan utama karena dinilai memiliki jaminan sosial yang baik serta peluang peningkatan kapasitas diri.
“Kenapa negara maju? Karena kita yakin jaminan sosialnya bagus dan masa depan untuk meningkatkan kemampuan juga sangat terbuka,” jelasnya.
Cak Imin juga mengingatkan pentingnya peningkatan keterampilan, khususnya dalam penguasaan bahasa dan kompetensi teknis, agar para pekerja dapat beradaptasi dengan cepat.
“Tidak ada pilihan lain kecuali kita terus belajar. Dunia berubah sangat cepat, dan kita harus mampu beradaptasi,” ujarnya.
Selain itu, ia berpesan agar para pekerja migran mematuhi hukum di negara tujuan, mengelola keuangan dengan bijak, serta menabung untuk masa depan.
“Hormati hukum di negara setempat, kelola keuangan dengan bijak, dan jangan lupa menabung untuk masa depan,” pesannya.
Pada tahap pertama program ini, sekitar 200 peserta diberangkatkan, dengan 50 orang di antaranya dijadwalkan berangkat pada malam hari menuju Jepang dengan kontrak kerja selama lima tahun.
Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMN, sektor swasta, hingga dukungan pemerintah melalui APBN. Cak Imin berharap inisiatif ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam membuka peluang kerja global bagi generasi muda Indonesia.
“Ini adalah bagian dari transformasi kita dalam membangun tenaga kerja dengan standar global. Saya berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang siap bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.(erlita)








