KS, ACEH – Fenomena astronomi langka akan terjadi di langit Aceh malam ini, Selasa (03/03). Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan purnama Maret atau Worm Moon diperkirakan dapat disaksikan langsung masyarakat setelah Magrib hingga saat setelah Isya.
Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan gerhana bulan total terjadi ketika bulan melewati bayangan inti bumi (umbra) secara penuh, dengan posisi bumi berada di antara matahari dan bulan.
“Selama fenomena ini berlangsung, bulan tampak meredup bahkan berubah warna menjadi merah tembaga, sehingga disebut blood moon,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan Tim Falakiyah, gerhana berlangsung dalam beberapa fase:
- Fase penumbra: pukul 15.44 WIB
- Gerhana sebagian: pukul 16.50 WIB
- Gerhana total (blood moon): pukul 18.04–19.02 WIB
- Gerhana sebagian berakhir: pukul 20.17 WIB
Meski dimulai sejak sore, masyarakat Aceh baru dapat menyaksikan fenomena ini setelah Magrib ketika bulan terbit di ufuk timur dalam kondisi berwarna merah. Setelah puncak gerhana, bulan perlahan kembali terang hingga berakhir pada pukul 20.17 WIB.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengingatkan masyarakat agar tidak membayangkan gerhana dengan musibah atau pertanda buruk.
“Gerhana bulan merupakan fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerhana yang terjadi di pertengahan Ramadhan ini menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah. Masyarakat dianjurkan melaksanakan salat sunah khusuf sejak awal Magrib hingga gerhana selesai. Kemenag Aceh juga memusatkan pengamatan di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Komplek Pesantren Al Manar Cot Irie, Aceh Besar, dengan menggunakan teleskop astronomi.
Fenomena gerhana bulan total ini diperkirakan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, namun di Aceh akan terlihat jelas setelah matahari terbenam dengan bulan purnama berwarna merah di ufuk timur. (A2n)









