Tiga Jembatan Putus Akibat Longsor Bener Meriah

KS, JAKARTA – Tanah longsor terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Senin lalu (8/11/2021), sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan tiga jembatan putus dan sejumlah rumah warga rusak.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, terdapat 21 rumah warga rusak. Pihak BPBD setempat masih melakukan proses pendataan di lokasi terdampak yang berada di Jalan Kampung  Blang Paku. Di samping itu, material longsor terdapat di daerah aliran sungai (DAS) Peusangan dan 10 titik longsoran lain di kabupaten ini.

Peristiwa tanah longsor yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi tersebut berdampak pada 50 jiwa serta 6 KK terpaksa mengungsi sementara waktu.

Adapun tiga kecamatan terdampak longsor, antara lain Kecamatan Bukit di Kampung Tingkem Asli, Tingkem Bersatu dan Weh Pongas; Kecamatan Weh Pesam di Kampung Jamur Ujung dan Blang Paku serta; Kecamatan Bandar di Kampung Pilar Jaya dan Reje Guru.

BPBD Kabupaten Bener Meriah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait upaya percepatan penanganan bencana longsor dan mengerahkan alat berat berjenis eskavator untuk membersihkan material longsor di sekitar lokasi terdampak.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Pulau Aceh, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Langsa, Bireuen dan sekitarnya pada Jumat, 12 November 2021. Sedangkan pada prakiraan cuaca tiga harian per 12 sampai 14 November 2021, Kabupaten Bener Meriah terpantau berawan, cerah berawan dan cerah.

Hasil analisis inaRISK menunjukkan wilayah Kabupaten Bener Meriah memiliki potensi bencana tanah longsor pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 10 Kecamatan yang termasuk di dalamnya Kecamatan Bukit, Weh Pesam dan Bandar.

BNPB terus mengimbau masyarakat dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya hidrometeorologi basah akibat dampak fenomena La Nina di Indonesia. Langkah mitigasi bencana tanah longsor juga dapat dilakukan dengan melakukan penanaman pohon pada daerah yang rawan longsor dengan cara terasering serta membuat sistem peringatan dini sederhana bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor jika terdampak potensi gerakan tanah akibat curah hujan lebat. (Wid)

Related Posts

  • February 1, 2026
Polri Terima Penghargaan Khusus di Puncak HUT ke-25 BPOM RI, Apresiasi Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

  KS, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerima penghargaan khusus dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam rangka Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25…

  • February 1, 2026
Operasi Pekat Jaya 2026, Patroli Malam Brimob Temukan Sajam dan Gagalkan Tawuran di Jaktim

  KS, JAKARTA  — Patroli malam Satuan Brimob Polda Metro Jaya kembali menggagalkan aksi tawuran remaja di wilayah Jakarta Timur dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026. Dalam patroli tersebut, petugas…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk