KS, MAJALENGKA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan bahan pokok meningkat pesat, namun hal ini juga diiringi dengan melonjaknya harga sembako di pasar tradisional. Dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kerap datang menjelang Lebaran, Pemkab Majalengka berupaya memberikan solusi dengan menggelar pasar murah. Program ini disambut antusias oleh warga, terutama kaum ibu yang merasakan langsung dampaknya.
Pasar murah yang diselenggarakan pada hari Senin di salah satu kawasan Kabupaten Majalengka menjadi magnet bagi warga sekitar. Minyak goreng dan telur ayam menjadi komoditas yang paling dicari. Bukan tanpa alasan, harga kedua bahan pokok ini terus merangkak naik di pasar tradisional. Di pasar murah, minyak goreng dijual Rp17.000 per liter, lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp18.000 per liter. Begitu pula dengan telur ayam yang ditawarkan Rp27.000 per kilogram, sementara harga di pasar menembus angka Rp31.000.
“Bersyukur sekali ada program ini. Harganya alhamdulillah lebih terjangkau, minyak Rp17.000 di sini lebih murah dibandingkan di pasar. Telur juga begitu, cuma Rp27.000,” ujar Dewi, salah satu warga yang memanfaatkan pasar murah. Ia mengaku terbantu dengan program ini, terutama dalam memenuhi kebutuhan jelang hari raya.
Kenaikan harga sembako seolah menjadi hal yang tak terelakkan setiap menjelang Lebaran. Seiring meningkatnya permintaan, banyak warga yang terpaksa memutar otak agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi. Minyak goreng, telur, beras, dan bahan masakan lainnya adalah contoh kebutuhan utama yang selalu mengalami lonjakan harga pada momen seperti ini.
Ketua PKK Kabupaten Majalengka, Iim Suherman, menyoroti pentingnya inisiatif pasar murah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Pasar murah ini menjadi solusi bagi ibu-ibu rumah tangga, terutama di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran. Semoga kegiatan ini dapat membantu warga sekaligus memberikan keringanan,” ungkapnya. Iim juga berharap agar program ini dapat terus dilaksanakan secara berkala, terutama menjelang momen-momen besar seperti Idul Fitri.
Di pasar murah ini, warga bisa berbelanja dengan lebih tenang tanpa dihantui mahalnya harga di pasar tradisional. Selain membantu meringankan beban masyarakat, program ini juga menjadi langkah strategis Pemkab Majalengka untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan.
Ratusan warga memadati lokasi pasar murah, menjadikannya tidak hanya ajang berbelanja, tetapi juga momen kebersamaan warga dalam suasana jelang hari raya. Di tengah tantangan ekonomi dan kenaikan harga, pasar murah menjadi solusi nyata yang membawa secercah harapan bagi masyarakat.









