KS, DEPOK – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar Dra Hj Wenny Haryanto, SH bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menggelar Sosialisasi “Tentang Kita” Dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting Bersama Mitra. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di wilayah Kec. Pacoran Mas, Kota Depok, pada Sabtu (10/12).
Seperti biasa, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah khusus BKKBN RI dr. Fajar Firdawati, Handayani, S. Sos Kepala BD KKB Bogor sebagai Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat (Jabar), dan Kadis DP3AP2KB Kota Depok, Drg. Nessi Anisa Handari, Serta tokoh masyarakat setempat.
Wenny mengungkapkan, penyakit stunting yang menyerang anak di bawah 1.000 hari harus benar-benar diperhatikan. Pasalnya, stunting dapat mengancam bonus demografi Indonesia Emas pada Tahun 2045.
“Bonus demografi 2045 itu adalah kondisi ketika 70 adalah dari penduduk Indonesia dengan rentang usia 15 – 64 tahun dalam kondisi produktif (mampu berkarya dengan maksimal). Nah, bonus demografi itu akan gagal atau terancam gagal apabila stunting tidak dikendalikan, artinya edukasinya kurang,” kata Wenny.
Atas dasar itu, kata Wenny, Presiden RI Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 yang memerintahkan BKKBN menekan angka stunting.
“Targetnya pada Tahun 2024 yaitu 14 persen. Sedangkan, angka stunting di Indonesia saat ini masih 24,4 persen,” ujar dewan dari Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) ini.
Wenny menerangkan, di Depok, angka stuntingnya hanya 12,3 persen.
Hal itu menunjukkan bahwa Kota Depok selangkah lebih maju dari target Indonesia pada Tahun 2024. Mirisnya, 70 persen anak penderita stunting di Kota Dpeok berasal dari masyarakat dengan ekonomi ke atas.
“Nah hebatnya Depok itu sudah 12,3 persen sekarang sudah diatas target 14 persen jadi nanti Tahun 2024 lebih keren lagi, bisa saja zero stunting,” terang Wenny.
BKKBN dalam menjalankan tugas dari Presiden tidak bisa sendiri. Sehingga, ia menyarankan, agar lembaga kesehatan itu dapat bekerjasama dengan masyarakat dalam melakukan langkah pencegahan.
“Misalnya, ibu hamil harus minum obat penambah darah, ibu hamil harus punya nutrisi bagus yaitu 4 sehat 5 sempurna.
Kemudian, ketika bayi lahir harus lakukan imunisasi dasar yang lengkap setiap bulan lalu, berikan ASI ekslusif selama enam bulan, menerapkan perlilaku hidup bersih harus ada MCK, ketika ibu hamil jangan suaminya merokok dekat ibu tersebut,” jelasnya merincikan.
Lebih dalam, ia melanjutkan, ciri-ciri anak terkena stunting dapat dilihat dari pertumbuhan gigi terlambat, kemampuan fokus berkurang, pertumbuhan tubuh melambat, wajah lebih muda, pubertas terlambat, pada usia 8-10 tahun akan menjadi lebih pendiam, hingga menghindari kontak mata dengan orang sekitar.
“Nah stunting sendiri itu kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis pada seribu hari pertama pertumbuhan anak dan itu menyebabkan anak gagal pertumbuhan tubuh dan otaknya. Nah itu yang harus kita atasi,” pungkas Wenny.
Sosialisasi yang dilakukan Wenny pun mendapat apresiasi dari Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah khusus Badan Kependudukan dan Keluargan Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, dr. Fajar Firdawati Kepala BD KKB Bogor, Handayani, S. Sos, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessy Handari yang hadir sebagai narasumber.
“Angka stunting di Depok dan Bekasi jauh dari target nasional. Ini keberhasilan bersama yang patut diapresiasi, lagi-lagi saya mengapresiasi Bu Wenny yang begitu gigih dalam menyosialisasikan pencegahan stunting,” tutur Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah khusus BKKBN Pusat, dr. Fajar Firdawati.
Ungkapan senada pun dilontarkan Kepala BP3AP2KB Kota Depok, Nessy Handari. Ia pun menjelaskan bahwa penanganan dan pencegahan stunting menjadi prioritas di Kota Depok.
“Kami berharap angka stunting bisa nol, kita berupaya bersama melakukan penanganan dini. Terima kasih Ibu Wenny, semangat BKKBN dan BU Wenny ini menambah motivasi kami untuk menanggulangi stunting di Kota Depok,” kata Nessy.
Acara sosialisasi yang biasanya membosankan dan tidak terhindar dari kantuk. Namun, pada kesempatan tersebut, peserta begitu antusias, bagaimana tidak antusias, Wenny Haryanto pun membuat quiz untuk lima orang yang bisa menjawab seputar materi stunting.
Peserta yang lebih dulu mengangkat tangan bisa menjawab dan membawa catatan, praktis kelima orang tersebut berhasil menjawab dan membawa hadiah.
Suasana semakin hinggar, ketika kupon doorprize disebutkan satu per satu, dari mulai Voucher Belanja, setrika, magic com hingga kompor gas, berpindah tangan ke peserta yang hadir.








