KS, LAMPUNG SELATAN, 16 Mei 2026 – Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) melalui unsur kapal patroli negara KN. GOLOK – P.206 berhasil mengevakuasi 28 penumpang KMP. MUTIARA PERSADA III yang mengalami gangguan mesin di perairan Selat Sunda, tepatnya sekitar 2,5 Nautical Mile (NM) timur laut Pulau Tiga, Kabupaten Lampung Selatan.
Operasi penyelamatan dilakukan oleh Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi darurat pelayaran demi menjamin keselamatan penumpang.
Berdasarkan informasi awal, KMP. MUTIARA PERSADA III berangkat dari Pelabuhan Cigading, Banten, pada Kamis, 14 Mei 2026 pukul 04.15 WIB. Namun dalam pelayaran, sekitar pukul 09.00 WIB, kapal mengalami gangguan pada Main Engine (ME) di koordinat 05°47.862′ LS / 105°33.083′ BT sehingga membutuhkan penanganan segera.
Menindaklanjuti laporan tersebut, KN. GOLOK – P.206 bergerak menuju lokasi kejadian pada Jumat, 16 Mei 2026 pukul 14.00 WIB. Tim patroli kemudian melaksanakan manuver sandar dan proses evakuasi seluruh penumpang dari KMP. MUTIARA PERSADA III ke kapal patroli negara.
Sebanyak 28 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa adanya korban jiwa. Setelah seluruh penumpang dinyatakan aman berada di atas KN. GOLOK – P.206, kapal patroli bergerak menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, dan sandar di Dermaga C1 Port of Panjang pada pukul 19.30 WIB. Selanjutnya dilakukan serah terima penumpang kepada pihak operator kapal, PT. ALP, pada pukul 19.45 WIB.
Operasi evakuasi berlangsung di tengah kondisi cuaca hujan ringan dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 0,8 meter serta kecepatan angin 5–10 knots. Meski demikian, seluruh proses berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menegaskan bahwa keselamatan jiwa manusia di laut menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas KPLP.
“Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kesiapsiagaan personel KPLP dan unsur kapal patroli negara dalam merespon kondisi darurat di laut. Hal ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Kementerian Perhubungan dalam menjamin keselamatan masyarakat pengguna transportasi laut,” ujar Fourmansyah.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui jajaran KPLP berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan armada patroli negara guna mendukung keselamatan, keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan maritim Indonesia.(erlita)








