KS, ASTANA, KAZAKHSTAN – Di ibu kota Kazakhstan, sister city Nusantara, pada 5 Desember 2025 Kedutaan Besar Republik Indonesia di Astana mengubah Ballroom Hotel Sheraton-Astana menjadi pesta “Wonderful Indonesia 2025” yang mengguncang Astana, Kazakhstan. Kekayaan budaya Indonesia yang beragam semakin mempererat hubungan antar-masyarakat Indonesia dan Kazakhstan melalui rangkaian pertunjukan tradisional dan modern Indonesia yang memukau para undangan.
Peringatan 32 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Kazakhstan tersebut dibuka dengan Tari Persembahan yang anggun dari Provinsi Riau, tarian penyambutan adat yang menghormati tamu kehormatan melalui gerakan lembut dan sajian simbolis tepak sirih. Disusul Tari Betawi dari Jakarta yang dinamis, diiringi lagu ceria Ondel-Ondel; Wayang Golek dari Jawa Barat, seni teater boneka kayu yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda; Kolaborasi istimewa dari Kalimantan yang menampilkan Angklung Toel (juga diakui sebagai warisan UNESCO) serta Tari Cik Cik Periuk yang ritmis.
Ada juga persembahan Tor Tor Hata Sopisik, tarian adat Batak dari Sumatera Utara yang menunjukkan penghormatan dan doa. Selanjutnya, ada penampilan Pencak Silat, seni bela diri tradisional Indonesia, yang dibawakan oleh atlet Kazakhstan berprestasi yang pernah empat kali menjadi juara nasional dan peraih medali Kejuaraan Asia.
Puncak persahabatan ditandai kolaborasi pergelaran Tari Indonesia–Kazakhstan. Karya koreografi Agung Saputra, staf budaya KBRI Astana, mahasiswa doktoral Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Tarian tersebut memadukan gerakan tradisional dari kedua negara, dengan musik perpaduan antara alat musik Indonesia sape dan alat musik khas Kazakhstan dombra. Penampilan ini menunjukkan semangat persatuan dan pertukaran budaya.
Grup musik terkemuka Yasawi dari Almaty juga memperkuat hubungan kedua bangsa melalui penampilan penuh semangat dari kedua lagu kebangsaan: Indonesia dan Kazakhstan. Selanjutnya, acara resmi mencakup sambutan dari Duta Besar Republik Indonesia dan Tamu Kehormatan (Guest of Honour), disusul Upacara Pemotongan Tumpeng, sebuah gestur simbolis sebagai bentuk rasa syukur dan peresmian acara.
Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel rachman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan serta tujuan utama dari acara tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih setinggi-tinggi kepada para hadirin, Duta Besar negara sahabat, rektor, media, pelaku usaha, komunitas, termasuk tamu kehormatan Wakil Menteri Perekonomian Republik Kazakhstan, HE. Assan Darbayev. Acara “Wonderful Indonesia 2025” merupakan rangkaian perayaan 80 tahun kemerdekaan RI serta 32 tahun hubungan diplomatik Indonesia Kazakhstan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi ruang promosi kekayaan budaya Indonesia di panggung internasional”, tuturnya.
Anggota I BPK RI, Dr, Nyoman Adhi Suryadnyana yang juga hadir sebagai tamu kehormatan di acara tersebut menyampaikan bahwa “Wonderful Indonesia” sukses menjadi pintu diplomasi Indonesia di Kazakhstan yang merupakan negara terkaya di eurasia dan Asia Tengah. “Tadi saat acara, saya melihat Dubes Fadjroel Rachman, bukan hanya sosok yang bisa mengawal diplomasi, tapi juga bisa mengorkestrasi para dubes negara sahabat yang ada di Kazakhstan. Indonesia perlu memaksimalkan potensi Kazakhstan sebagai negara yang memiliki GDP sekitar 15.000 usd/kapita dengan menggunakan pusat budaya yang hanya dimiliki Indonesia diantara negara Asean sebagai pintu diplomasi. Melalui acara “Wonderful Indonesia”, Dubes Fadjroel menunjukkan bahwa hubungan diplomatik tidak hanya melalui kegiatan bisnis tapi juga dengan pendekatan persaudaraan yang akan menghasilkan persaudaraan dan kemakmuran. Filosofi ini sejalan dengan spirit yang ada di negara eurasia dan pernah dikatakan oleh Abai Kunanbayev.
Santi Manuhutu Crabtree menilai bahwa acara “Wonderful Indonesia” ini sangat strategis sebagai media promosi Indonesia. “Sangat senang melihat banyak WNI dan tamu dari negara sahabat yang bisa hadir di acara ini. Semua makanan enak, apalagi disajikan juga menu Nusantara, seperti Tumpeng, Bakso, Sate, Dadar Gulung, dan sajian lainnya. Bangga melihat KBRI Astana bisa mendorong penguatan diplomasi Indonesia di Kazakhstan dan Tajikistan dengan banyak pendekatan, termasuk melalui seni dan kuliner seperti acara malam ini”, tutur Putri Indonesia tahun 1995 yang sudah sekitar 4 tahun menetap di Kazakhstan.
Rangkaian peringatan 80 tahun kemerdekaan RI tersebut ditutup dengan suasana meriah melalui Flashmob Tabola Bole, dimana para tamu, para penampil, dan seluruh staf ikut menari bersama sehingga meninggalkan kesan kebersamaan dan sukacita. (***)








