Koma.id | Pagar Alam – Aktivitas vulkanik Gunung Dempo yang berada di perbatasan Kabupaten Lahat, Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, meningkat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendirikan gunung setinggi 3.173 mdpl itu pada Level II (Waspada) setelah instrumen pemantau merekam getaran getaran terus menerus.
Pengamatan pada 10 Februari 2026 menunjukkan cuaca di sekitar puncak relatif cerah dengan suhu 18–28 °C. Angin menyampaikan lemah ke arah utara dan barat. Secara visual, puncak gunung kerap tertutup kabut, namun tidak teramati asap dari kawah utama. Meski tampak tenang, alat seismik mencatat mikrotremor dengan amplitudo 0,5–1 mm.
PVMBG menjelaskan, gempa yang terus menerus menandakan adanya pergerakan fluida di dalam tubuh gunung api. Kondisi ini berpotensi memicu letusan dahsyat secara tiba-tiba tanpa peningkatan kegempaan yang signifikan. Karakteristik Gunung Dempo yang rawan letusan tiba-tiba menjadikan status Waspada menjadi peringatan serius bagi warga sekitar.
Rekomendasi PVMBG
• Radius Aman: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah Marapi Gunung Dempo.
• Sektor Utara: Larangan terganggu hingga 2 km hingga merusak arah kawah.
• Bahaya Gas Beracun: Kawah menjadi pusat keluarnya gas vulkanik yang dapat membahayakan nyawa.
PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekat, tidak berkemah di sekitar kawah, serta tidak menyebarkan isu yang tidak bertanggung jawab. Warga diminta mengikuti Arah BPBD dan mengumpulkan informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Status Waspada ini menegaskan perlunya kewaspadaan penuh, mengingat Gunung Dempo memiliki riwayat letusan mendadak yang bisa terjadi kapan saja. (A2n)









