KS, Bekasi – Di era digital yang serba mudah, pilihan untuk menjalankan ibadah umroh secara mandiri semakin terbuka lebar. Tanpa melalui biro perjalanan, jemaah kini bisa menyusun sendiri itinerary ke Tanah Suci. Namun, di balik potensi penghematan biaya, muncul pertanyaan penting, apakah kenyamanan dan keamanan bisa tetap terjaga?
BACA JUGA : Presiden Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umroh Bandara Soekarno-Hatta
Dalam sebuah podcast santai bersama jurnalis Aan Dwi Puantoro di Bekasi, Jawa Barat, Direktur Utama Travel Duta Mulia, Ivan Septiadi, turut berbagi pandangan mengenai tren umroh mandiri yang kian marak. Dengan nada tenang, Ivan menyampaikan bahwa meski umroh mandiri terlihat lebih murah, selisih biaya yang tipis seharusnya menjadi pertimbangan jemaah.
“Umroh mandiri katanya murah, coba deh dicek lagi. Kalau cuma beda 1–2 juta, mending lewat travel, mendapatkan kenyamanan yang lebih,” ujar Ivan.
Ivan menyoroti aspek perlindungan dan pendampingan yang kerap luput dari perhatian jemaah mandiri. Ia mencontohkan situasi tak terduga seperti koper hilang atau rusak, yang bisa menjadi beban besar jika tidak ada asuransi atau bantuan dari pihak travel.
Meski begitu, Ivan tidak memandang umroh mandiri sebagai ancaman bagi bisnis travel. Justru ia menyambutnya dengan sikap terbuka dan penuh empati.
“Kita tidak menganggap kompetitor. Bagai kawan-kawan, saudara-saudara bisa berangkat sendiri tanpa travel, ya monggo silakan saja. Cuma ada beberapa sedikit kerepotan-kerepotannya,” tuturnya sambil tersenyum.
BACA JUGA : Transisi Kelembagaan Haji: Harapan Baru, Pelayanan Lebih Ramah Jemaah
Pernyataan Ivan mencerminkan semangat kolaboratif dan pemahaman terhadap dinamika baru dalam dunia perjalanan ibadah. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan perlindungan selama menjalankan umroh, apapun jalur yang dipilih.
Di tengah euforia kebebasan memilih, jemaah tetap perlu mempertimbangkan aspek kenyamanan, keamanan, dan ketenangan batin. Karena pada akhirnya, umroh bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan hati.










