KS, JAKARTA , 26 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan pelayaran, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar apel kesiapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kegiatan ini mengusung tema “PATUHI PERATURAN” untuk Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Anda, yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta operator kapal yang berlayar menuju Kepulauan Seribu.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Pangkalan KPLP Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., didampingi oleh Kepala KSOP Kelas IV Muara Angke Cahyo Eko Putranto, S.T., M.T., dan Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Daerah (UPPD) Dinas Perhubungan DKI Jakarta Pelabuhan Kali Adem, A. Gozali.
Dalam apel tersebut, dilakukan penyerahan life jacket secara simbolis kepada perwakilan penumpang kapal. Penyerahan ini menjadi simbol penting dari edukasi keselamatan, sekaligus penegasan tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri selama pelayaran.
“Kegiatan hari ini, dengan tema sentral ‘PATUHI PERATURAN’, adalah wujud nyata dari komitmen Pangkalan KPLP Tanjung Priok beserta seluruh mitra dan stakeholder terkait, khususnya KSOP Muara Angke dan UPPD Dishub DKI Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, dalam memprioritaskan keselamatan pelayaran,” ujar Fourmansyah.
Ia menambahkan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat pengguna jasa laut. Oleh karena itu, kerja sama lintas instansi akan terus diperkuat.
“Penyerahan life jacket bukan hanya simbol, tapi juga pesan kuat tentang pentingnya penggunaan alat keselamatan. Kami bertekad untuk memastikan setiap penumpang merasa aman dan terlindungi selama perjalanan mereka menuju Kepulauan Seribu,” tegasnya.
Sebagai langkah tambahan, tim gabungan juga melakukan pemasangan stiker hotline pengaduan pada setiap kapal. Stiker ini mencantumkan nomor-nomor penting seperti:
HP/WhatsApp: 0852-8006-4918
Call Center Kemenhub: 151
VTS Tanjung Priok / Puskodal KPLP Tanjung Priok: Radio VHF Channel 16
Langkah ini ditujukan untuk memberikan akses cepat bagi masyarakat dalam menyampaikan laporan jika terjadi keadaan darurat di laut.
“Pemasangan stiker hotline pengaduan merupakan langkah krusial untuk memberikan saluran cepat bagi masyarakat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di laut, sehingga respons dapat dilakukan dengan segera dan tepat,” ungkap Fourmansyah.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam membangun ekosistem pelayaran yang aman dan nyaman.
“Sinergi dan kolaborasi antarinstansi seperti ini akan terus kami tingkatkan demi terciptanya budaya keselamatan pelayaran yang lebih baik dan efektif. Ingat, dengan mematuhi peraturan, kita bersama-sama membangun perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.(erlita)








