SBY Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo dan Serukan Kolaborasi Nasional Menuju “New Economy, New Road to Prosperity

KS, PACITAN – Presiden ke-6 Republik Indonesia Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan komitmennya untuk mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat dialog dan kolaborasi nasional guna menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Hal tersebut disampaikan dalam forum dialog bertema “New Economy, New Road to Prosperity.” Di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, Jumat (6/2).

Dalam sambutannya, SBY menyampaikan bahwa dukungannya kepada Presiden Prabowo didasarkan pada keyakinan bahwa keberhasilan kepemimpinan nasional merupakan kepentingan bersama bangsa Indonesia. Ia menegaskan akan terus memberikan masukan konstruktif dan pandangan strategis sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

“Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik, karena keberhasilannya baik bagi rakyat, Indonesia, dan masa depan kita,” ujar SBY.

SBY menekankan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak ringan, sehingga diperlukan kepemimpinan yang terbuka terhadap masukan serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, dukungan yang diberikan bukan hanya dalam bentuk endorsement politik, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran dan solusi terhadap berbagai isu strategis yang dapat menghambat pencapaian agenda pembangunan nasional.

Dalam konteks tema dialog, SBY menyebut “New Economy” sebagai panggilan sejarah yang tidak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Ekonomi masa depan, menurutnya, harus bertumpu pada teknologi, inovasi, penguatan modal manusia, serta pengembangan kapasitas produksi jangka panjang yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini SBY juga menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan dalam membangun Indonesia yang kuat, ekonomi yang tangguh, demokrasi yang kokoh, serta peradaban yang semakin maju, dengan menekankan bahwa pembangunan nasional harus mampu menyeimbangkan kepentingan jangka pendek dan jangka panjang.

Ia mengingatkan bahwa negara tidak dapat hanya berpikir dalam siklus lima tahunan, melainkan memerlukan perencanaan strategis berjangka panjang yang berkelanjutan agar prasyarat menuju negara maju dapat terpenuhi.

“Memimpin Indonesia, memajukan Indonesia berangkat dari right thinking, deep thinking, and comprehensive thinking. And not only thinking, tapi juga memastikan bahwa kita bisa mengimplementasikan semua beautiful minds itu. Yang betul-betul semua sasaran itu bisa dicapai. Tidak at once, bisa 5 tahun, bisa 10 tahun, bisa 15 tahun. Itulah negara, continuity, consistency, predictability,” kata SBY.

SBY menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang jauh lebih kuat pada abad ke-21, selama seluruh pemimpin dan pemangku kepentingan mampu berpikir strategis, mendalam, dan komprehensif, serta memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, strategi ekonomi nasional harus menempuh jalur pertumbuhan tinggi yang berkeadilan dan berkelanjutan (sustainable growth with equity), yaitu pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

SBY juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengembangkan model pembangunan yang menggabungkan efisiensi sistem pasar dengan prinsip keadilan sosial, sehingga Indonesia dapat merumuskan jalur pembangunan yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan nasional.

Menutup pernyataannya, SBY menekankan bahwa kemajuan Indonesia hanya dapat dicapai melalui visi yang jelas, kebersamaan nasional, serta kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, sehingga Indonesia dapat terus bergerak maju menuju kesejahteraan dan kemakmuran yang berkelanjutan.

Diskusi ini juga diisi oleh Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec sebagai Rektor Perbanas Institute, dan Dr. Yose Rizal Damuri Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS). Sementara di sesi 2 dengan tema The Role of Technology in New Economy: di isi oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Ilham Akbar Habibie Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Bapak Otto Toto Sugiri Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk, sharing Session bersama Dr. Drg. Chairul Tanjung, M.B.A. (***)

Related Posts

  • February 8, 2026
Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Ganja  9,4 Kg, Tiga Kurir Diamankan

KS, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis ganja dengan berat bruto mencapai 9.465 gram. Dalam pengungkapan tersebut, tiga orang tersangka diamankan di kawasan Cawang,…

  • February 8, 2026
Update Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh dan Sumbar, Banyak yang Rampung dan Siap Huni

  KS, JAKARTA – Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Barat terus berjalan. Proyek yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat…

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk