KS, JAKARTA – Kardinal Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma menggantikan mendiang Paus Fransiskus. Ia mengambil nama kepausan Leo XIV dan menjadi paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik, sekaligus mencatat sejarah sebagai paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.
Asap putih muncul dari cerobong Kapel Sistina pada Kamis pukul 18.07 waktu setempat, menandai bahwa konklaf yang berlangsung selama dua hari telah mencapai keputusan. Tak berselang lama, ribuan umat berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menanti pengumuman resmi dari balkon tengah Basilika Santo Petrus.
Sekitar satu jam setelah asap putih terlihat, Kardinal Protodiakon tampil ke balkon dan menyampaikan pengumuman tradisional, “Habemus Papam,” yang berarti “Kita memiliki Paus.” Beberapa saat kemudian, Paus Leo XIV muncul dan menyapa umat dengan kalimat singkat yang penuh makna, “Damai besertamu.”
Prevost menjadi Paus ke-267 dan merupakan Paus pertama berasal dari Amerika Serikat dalam 2 ribu tahun. Ia lahir di Chicago pada September 1955.
Sebagai Uskup Agung Chicago, pria berusia 69 tahun ini memimpin Keuskupan Agung terbesar di Amerika Utara.
Prevost memiliki kewarganegaraan ganda yakni AS dan Peru. Ia juga menjabat di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, kawasan yang menjadi rumah bagi hampir 40 persen umat Katolik di seluruh dunia.
Sebelumnya, Prevost menjabat sebagai Uskup Chiclayo di Peru dari 2015 hingga 2023.
Robert Francis Prevost, lahir 14 September 1955, adalah seorang prelatus Gereja Katolik yang menjabat sebagai prefek Dikasteri untuk Para Uskup sejak 12 April 2023, diangkat pada 30 Januari 2023. (Wid)








