Rekrutmen Kader atau Relawan Jadi Kunci, Caleg bukan Calon Lurah!

KS, JAKARTA – Gaya Calon Anggota Legislatif yang mengelola kampanye dengan cara-cara guyub, dan kumpul bareng warga dinilai analis politik Sukardi Hasan sebagai gaya lama dan sudah ketinggalan.

Menurutnya Caleg bukan calon lurah yang medannya sempit hanya satu desa, apalagi Pilkades seringkali adu gengsi dan panas-panasan dengan lawannya.

Caleg menurut analis dari Media Survey Indonesia ini bukan mau nyalon lurah yang masanya itu-itu saja serta terbatas, sehingga bisa diatasi oleh calon sendiri karena medannya sempit satu desa. Sebaliknya, Caleg butuh manajemen tim yang bagus terutama memilih atau menentukan kader yang baik di setiap TPS atau lingkungan RT.

“Siapa saja yang cocok, berapa jumlah target suara berbanding lurus dengan jumlah kader. Jangan ngasal atau asal terisi kader saja, ” terang Sukardi.

Caleg dan tim kecilnya harus betul-betul menyeleksi kader di bawah, jangan asal pilih apalagi jika reputasi kader itu lemah. Reputasi kader harus baik, punya visi dan ingin calonnya menang. Bukan asal bisa nerima uang di malam H nanti.

“Kualifikasi kader/relawan ini penting, sebab kader atau relawan jadi jantung utama caleg untuk mendulang suara. Kalau kader rusak mentalnya, rusak pula hasil suara Caleg. Misalnya, ada kader yang dititip amanah distribusi bantuan atau biasanya malam H, tapi klo tidak dibagikan, itu akan mempengaruhi pada perolehan suara, ” tegas Kardi.

Caleg juga tak penting untuk melakukan deklarasi, karena ini bukan kontestasi Capres, atau bergaya jor-joran menunjukan diri di depan lawannya seolah solid. Sebab yang terpenting relawan atau kader harus dibina melalui Bimbingan Teknis atau Bimtek.

“Mengapa harus Bimtek, karena teknis pemilihan Caleg itu rumit, gak gampang apalagi bagi ibu-ibu atau bapak-bapak yang sudah lanjut usia, karena itu kader harus bisa membimbing atau mengarahkan, ” tambah Kardi.

Senada dengan Sukardi, Mohammad Asrory Mulki, Dosen Universitas Muhammadiyah, Jakarta juga menilai jika Caleg harus hati-hati menentukan kader atau relawan. Tim di tiap desa harus melihat dulu reputasi figur kader, keluarganya, hingga perilakunya jika diberi amanah.

“Abainya kader atau relawan yang mencla mencle, hanya cari recehan sekadar uang rokok, atau kader yang hanya berharap ketitipan uang logistik di malam H. Ajak kader memikirkan harapan ke depan, cari yang militan, loyal dan tentu saja amanah. Abaikan saja kalau yang hanya cari cuan, ” tegas kandidat doktor dari UIN Syarif Hidayatullah ini kepada media.

Selain kesiapan logistik, ketenangan tim dan caleg sangat menentukan arah perolehan nanti. “Jadi jangan grasak grusuk, asal memenuhi kuota kader saja per RT, tapi bertindaklah dengan analisa, bila perlu bongkar pasang jelang gerilya tidak apa-apa, daripada nanti hari H jatoh ke tangan kader yang salah, ” imbuhnya.

Asrori menilai perilaku massa saat Pilkades di desa-desa memang sangat merusak citra demokrasi. Apalagi calon-calon kades di desa tertentu terutama di Banten bertingkah adu gengsi, kerap memanjakan massa dengan materi. Karena itu massa jadi sangat pragmatis dan oportunis, tidak punya pilihan pada caleg berdasarkan idealisme dan harapan akan ke depan.

Tapi Asrori yakin di kampung-kampung masih banyak relawan atau kader yang punya idealisme, konsisten mendukung satu pilihan, tidak kesana kemari, asal tim Caleg jeli melihat dan memilih orang-orang di setiap RT atau RWnya.

“Walau perilaku pemilih sudah sangat parah di desa-desa karena pengaruh pertarungan lurah atau kades, tapi saya yakin masih banyak orang-orang yang idealis dan loyal serta punya moral dukungan pada satu caleg berdasarkan pilihan dan harapan akan bagaimana desanya ke depan nanti, ” pungkas Asrori menutup keterangannya. (red)

Related Posts

  • February 1, 2026
Interpol Terbitkan Red Notice Muhammad Riza Chalid, Polri Pastikan Keberadaan Terpantau

  KS, JAKARTA  — Divisi Humas Polri bersama Divhubinter Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait penerbitan Interpol Red Notice terhadap buronan kasus dugaan tindak pidana korupsi, Muhammad Riza Chalid (MRC). Penyampaian…

  • February 1, 2026
Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

  KS, JAKARTA  – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan bahwa narasi yang berkembang belakangan mengenai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian bukan hanya tidak tepat, tetapi berpotensi melemahkan…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk