KS, BOGOR – Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi (PKJM RSMM) Bogor kembali menggelar penyuluhan mengenai Kesehatan jiwa. Digagas oleh tim penyuluhan Kesehatan dari Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit tiada henti-hentinya mengajak menjaga kesehatan jiwa.
Gelaran dihelat di RSMM yang berlokasi di jalan Semeru, Bogor menghadirkan tim penyuluh yang kompeten. Penyuluhan diberikan kepada para pengunjung Poliklinik Psikiatri atau Jiwa yakni pasien, keluarganya serta kader pendamping dan lainnya.
Para peserta dalam penyuluhan berasal dari sekitaran di Provinsi Jawa Barat seperti daerah kota bogor, kab.bogor, cianjur, sukabumi, depok, subang dan sekitarnya. Dengan adanya penyuluhan diharapkan bisa berobat jalan serta dapat berkonsultasi dengan psikiater dan mendapatkan obat yang bisa diminum selama sebulan kedepan.
Narasumber yang dilibatkan yakni Penyuluh Kesehatan Masyarakat yang juga sebagai koordinator penyuluhan dalam Rumah Sakit, Sugih Setiaraharja, SKM. MM. Selaku penyuluh pertama, Sugih memberikan materi penanggulangan bencana dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar).
Penyuluh lainnya yakni pekerja sosial medis yakni Lilin Darmiyanti, S.Sos. M.Kesos. Sebagai narasumber Lilin menjelaskan alur pelayanan pasien berobat jalan ke poliklinik atau rawat inap ke instalasi gawat darurat RSMM.
Narasumber lainnya yang memberikan materi yakni Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Iyep Yudiana, SKM. MKM. Dihadapan peserta penyuluhan, Iyep memberikan 5 tips cara pemulihan pasien jiwa di rumah.
“5 Tips agar Pemulihan Pasien di Rumah berjalan dengan sukses yaitu : Minum obat secara teratur, kontrol secara rutin, keluarga menjadi pendamping minum obat, dukungan dari lingkungan dan resosialisasi kembali ke masyarakat,” Papar Iyep.
Untuk memberikan daya tarik serta peran aktif dari peserta diberikan bingkisan menarik yang telah disediakan. Bingkisan yang diberikan berupa Majalah kesehatan “Dholphine”, Kalender PKJN RSMM dan Tupperwere edukasi “Isi piringku”. Mereka yang mendapatkan bingkisan karena dapat menjawab pertanyaan atau memiliki pertanyaan yang menarik.
Salah satu peserta penyuluhan yang enggan menyebutkan namanya meminta agar penyuluhan diadakan setiap hari. Sehingga menurutnya tidak membuat bosan saat menunggu antrian
“Sebaiknya penyuluhan ini diadakan tiap hari, agar kami tidak bosan menunggu antrian, sehinga ilmunya dapat, layanan juga dapat”. Ucapnya.








