KS, JAKARTA – Suasana khidmat di Masjidil Haram, Mekkah, sempat terguncang oleh peristiwa memilukan ketika seorang jemaah asal Kuwait melakukan tindakan bunuh diri. Kejadian ini tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga memicu refleksi mendalam di kalangan penyelenggara travel umrah dan tokoh agama tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta memahami ajaran Islam secara utuh.
Direktur Utama Travel Duta Mulia, Ivan Septiadi, menyampaikan pandangan penuh empati sekaligus tegas. Menurutnya, tindakan bunh diri, dalam kondisi apapun, adalah pelanggaran besar terhadap ajaran Islam.
“Perlu ditekankan dengan tegas bahwa bunh diri adalah tindakan yang dilarang keras dalam Islam. Ini tidak dibenarkan sama sekali, bahkan ketika dilakukan di tempat paling mulia seperti Masjidil Haram,” ujarnya, Minggu (28/12).

Ivan menekankan bahwa kehidupan adalah amanah dari Allah SWT. Karena itu, setiap umat dituntut untuk menjaga dan menghargai anugerah tersebut dengan penuh kesabaran dan keimanan. Ia mengingatkan, kehadiran di Tanah Suci seharusnya menjadi momen untuk mencari ketenangan batin dan kekuatan spiritual, bukan untuk mengakhiri hidup.
Lebih jauh, Ivan berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyelenggara perjalanan umrah. Menurutnya, travel tidak hanya bertugas mengatur perjalanan ibadah, tetapi juga perlu memberi perhatian pada aspek emosional jemaah.
Ia menekankan pentingnya manasik atau kajian yang tidak sekadar membekali pengetahuan teknis ibadah, melainkan juga memberikan dukungan mental dan spiritual.
“Penyelenggara perjalanan harus lebih proaktif dalam memberikan dukungan emosional kepada jemaah agar tujuan beribadah bisa tercapai dengan baik,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ibadah bukan hanya soal ritual, tetapi juga kesiapan hati dan pikiran. Kehadiran di Tanah Suci adalah kesempatan untuk memperkuat iman, menemukan ketenangan, dan menumbuhkan semangat hidup. Dukungan dari keluarga, sesama jemaah, dan penyelenggara perjalanan menjadi kunci agar setiap langkah ibadah benar-benar membawa kedamaian.(A2n)









