KS, JAKARTA – Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI dinilai mengejutkan dan sangat memalukan oleh berbagai kalangan, terutama masyarakat perempuan yang selama ini melihat sosok Saraswati sebagai representasi politikus muda yang vokal dan progresif.
Saraswati yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra menyampaikan pengunduran dirinya melalui video di akun Instagram pribadinya pada Rabu (10/09/2025). Ia menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas pernyataan kontroversial yang sempat viral dan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
BACA JUGA : Presiden Keponakan, Rahayu Saraswati Resmi Mundur dari Anggota DPR RI
“Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya,” ujar Saraswati dalam video berdurasi enam menit.

Namun, pengunduran diri tersebut justru memicu gelombang dukungan agar Saraswati tetap bertahan di Senayan. Salah satu suara penolakan datang dari Ketua Umum Pengusaha Bela Bangsa, Trisya Suherman, yang menyatakan bahwa kontribusi Saraswati masih sangat dibutuhkan, khususnya dalam isu perempuan, anak, ekonomi kreatif, dan legislasi pariwisata.
“Kami merasa kehilangan jika Mbak Saras mundur. Generasi muda dan kaum perempuan membutuhkan figur seperti beliau di DPR RI,” kata Trisya.
Trisya juga menegaskan, masyarakat seharusnya menilai Saraswati berdasarkan kapasitas dan kinerjanya, bukan karena statusnya sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau dia memang pintar dan mampu, kenapa dipermasalahkan?” menambahkan.

Selain dukungan dari tokoh masyarakat, jajak pendapat yang dilakukan oleh sejumlah komunitas aktivis perempuan dan pemuda menunjukkan sebagian besar responden berharap Saraswati menolak pengunduran dirinya. Dalam jajak pendapat yang diikuti lebih dari 12.000 orang, sebanyak 78% menyatakan Saraswati masih layak dan perlu terus diangkat menjadi wakil rakyat.
BACA JUGA : Menteri HAM Dorong Pembangunan Zona Aspirasi di Halaman DPR RI
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Fraksi Gerindra terkait kemungkinan pembatalan pengunduran diri Saraswati. Namun, tekanan publik dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus menguat.









