KS, JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa penanganan serta pembangunan kembali wilayah terdampak bencana di Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera akan dilakukan secara bertahap namun kokoh, dengan prioritas pada penguatan ketahanan infrastruktur. Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Pers Diskusi Publik Hari Nusantara di Gedung KKP, Kamis, 11 Desember 2025.
AHY menilai strategi pembangunan pascabencana harus adaptif dan mampu menghadapi risiko bencana yang terus meningkat.
“Kita harus terus memahami takdir bangsa kita berada di cincin pasifik, ‘ring of fire’, yang artinya ada kerentanan terhadap bencana alam,” ujarnya.
Intensitas Bencana Meningkat, Infrastruktur Harus Lebih Tahan
AHY juga menyoroti meningkatnya intensitas bencana dalam beberapa minggu terakhir, terutama di wilayah Sumatera yang dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem.
“Yang terjadi di Sumatera beberapa minggu terakhir ini akibat tropical cyclone yang tidak lazim. Ini membutuhkan daya tahan kita, termasuk daya tahan infrastruktur,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah kini fokus pada tanggap darurat sambil melakukan pengkajian untuk langkah pemulihan jangka panjang.
“Saya baru kembali dari daerah bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan sebelumnya Sumbar,” tambahnya.
Evakuasi Cepat dan Logistik Lancar Jadi Prioritas
Dalam fase darurat, percepatan evakuasi dan distribusi logistik disebut AHY sebagai prioritas utama pemerintah.
“Kita ingin memastikan infrastruktur segera digelar, alat-alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan penyaluran logistik. Secara bertahap kita harus membangun kembali,” paparnya.
Rekonstruksi Tidak Sekadar Mengembalikan, Tetapi Memperkuat
AHY menekankan bahwa rekonstruksi pascabencana tidak boleh hanya mengembalikan kondisi seperti semula.
“Kita harus membangun lebih kuat, lebih memiliki daya tahan. Relokasi warga juga penting, dan harus sesuai tata ruang yang benar-benar berdaya tahan,” tegasnya.
Menurut AHY, infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, dan suplai kesehatan harus menjadi prioritas demi mencegah jatuhnya korban tambahan.
Pemulihan Ekosistem Aceh Bisa Mencapai 30 Tahun
Terkait pernyataan bahwa pemulihan ekosistem Aceh dapat memakan waktu hingga tiga dekade, AHY memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Butuh waktu dan anggaran yang tidak sedikit. Kami sudah berkoordinasi dan siang ini saya akan mengundang Menteri Pekerjaan Umum serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk memetakan prioritas,” katanya.
Ia memberi contoh bahwa “memperbaiki satu jembatan putus saja bisa membutuhkan enam bulan untuk kembali permanen.”
Pemerintah Pastikan Pemulihan Tidak Ditunda
Di akhir pernyataannya, AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak bencana.
“Tidak ada semangat untuk menunda-nunda. Sumber daya yang ada akan kita kerahkan semaksimal mungkin agar pembangunan paralel di tiga provinsi bisa merata, dan tidak ada yang ditinggalkan,” tutupnya.(erlita)








