KS, JAYAPURA – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua telah selesai dilaksanakan, dan kini menyisakan proses rekapitulasi di KPU Provinsi Papua. Berbagai pihak diharapkan bersabar dan menunggu hasil rekapitulasi KPU dan menjaga situasi aman dan damai di Papua.
Sekretaris Exco Partai Buruh Provinsi Papua, Petrus Daunema, melalui media ini berharap tidak ada provokasi yang malah memperkeruh suasana damai di Papua.
“Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan karena dengan adanya persatuan dan kesatuan antar anak bangsa dari berbagai suku, ras dan agama di tanah Papua, maka pembangunan untuk Tanah Papua akan lebih baik. Jangan ada provokasi dan jangan mudah terprovokasi. Mari jaga kedamaian di Papua ini,”ucapnya, Jumat (15/2025).
Dikatakan, menjaga situasi tetap aman bukan hanya tugas aparat keamanan, namun menjadi tugas dan tanggungjawab semua masyarakat di Provinsi Papua.
“Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas TNI Polri, namun menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak. Jadi momen PSU sudah selesai, pilihan boleh beda tapi tetap jaga persatuan kita. Jangan mau diadu domba, ikuti proses yang berjalan, dan kita tunggu bersama hasil dari KPU saja,”tegasnya.
“Jangan terprovokasi dengan ajakan kelompok tertentu yang menginginkan Papua tidak aman sehingga mudah terpecah belah. Jangan ada aksi yang membenturkan masyarakat dengan masyarakat. Karena kita yang dirugikan,” pungkasnya.
Menurutnya, dalam dunia Politik perbedaan menjadi hal yang lumrah, karena untuk memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa kesejahteraan dan pembangunan di Bumi Papua ini tentu semua memiliki perbedaan pandangan.
“Kedua pasangan kandidat baik BTM-CK, maupun Mari Yo adalah putra – putra terbaik Papua, sehingga mana yang terbaik sesuai hati nurani masing-masing itu yang menjadi pilihan. Kita sama-sama berharap jangan ada PSU kembali karena akan menyengsarakan masyarakat Papua sebab akan menghambat pembangunan di Provinsi Papua,”jelasnya.
“Suara masyarakat Papua sangat menentukan pembangunan untuk lima tahun ke depan, maka kita dukung hasil dari PSU tersebut,” imbuhnya.
Pihaknya juga meminta masyarakat tidak terpancing berita bohong atau hoaks yang banyak beredar. Dirinya meminta masyarakat lebih bijak dalam bermedsos.
“Jangan terpengaruh informasi tidak benar atau hoaks di media sosiall (medsos) yang dapat memecah belah persatuan, apalagi jika sudah membawa isu SARA. Baiknya, jika masyarakat menemukan informasi yang belum benar kejelasannya, perlu ditanyakan kembali kepada para pihak yang berwajib,” pungkasnya. (*)








