KS, JAKARTA – Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (23/12/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 17 poin atau 0,10 persen ke level Rp16.760 per dolar AS pada pukul 09.10 WIB.
Penguatan rupiah terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS yang turun 0,17 persen ke level 98,11. Pada perdagangan sebelumnya, Senin (22/12/2025), rupiah ditutup melemah 27 poin ke posisi Rp16.777 per dolar AS.
Analis Pasar Uang Lukman Leong menilai pelemahan dolar AS dipicu meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Januari 2026.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di kisaran Rp16.700–Rp16.800 per dolar AS, meski penguatannya akan terbatas,” ujarnya.
Menurut Lukman, tekanan domestik masih membayangi rupiah, di antaranya prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dan kekhawatiran defisit anggaran. Sementara itu, Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menambahkan, tantangan ekonomi global juga perlu diantisipasi.
“Lembaga internasional, termasuk IMF, memproyeksikan kondisi ekonomi global 2026 tidak lebih baik dibandingkan 2025,” katanya.
Ibrahim menyoroti risiko inflasi pangan, lemahnya daya beli kelas menengah, serta penurunan investasi asing di luar sektor hilirisasi. Ia juga menilai bencana di Sumatera akan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional.
Di sisi eksternal, dolar AS terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Euro menguat tipis ke US$1,1768, poundsterling bertahan di US$1,3474, sementara franc Swiss naik ke level tertinggi satu bulan di 0,7909 per dolar AS.
Indeks dolar sepanjang Desember diperkirakan turun 1,3 persen dan anjlok 9,5 persen sepanjang tahun, penurunan tahunan terdalam sejak 2017. Strategi MUFG menyebut pelemahan dolar bukan fenomena sesaat, melainkan tren penurunan multi-tahun.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak terbatas di kisaran Rp16.770–Rp16.810 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. (A2n)









