KS – Nairobi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves), Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan rangkaian kunjungan ke negara-negara Afrika, termasuk negara rangkapan KBRI Nairobi, Kenya dan Republik Demokratik Kongo (RDK). Kunjungan tersebut dalam rangka upaya penguatan kerja sama Government-to-government (G-to-G) dan Business-to-business (B-to-B).
“Kunjungan Pak Menko kali ini untuk semakin memperkuat implementasi kerja sama di berbagai sektor baik antar pemerintah maupun antar pengusaha”, ungkap Duta Besar RI di Nairobi, Dr. Mohamad Hery Saripudin dalam rilis yang diterima redaksi kabar senator.
“Kunjungaan ke Kenya dan RDK ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menko Luhut pada Januari dan kunjungan balasan tingkat Menteri dari kedua negara pada Mei lalu. Semua itu dimaksudkan salah satunya untuk mempersiapkan rangkaian kunjungan Presiden Joko Widodo ke wilayah Afrika yang direncanakan dilakukan pada bulan Agustus 2023 mendatang,” tambah Dubes Hery.
Dalam kunjungan ke negara-negara akreditasi KBRI Nairobi, Menko Luhut didampingi delegasi para pengusaha dan BUMN yang cukup besar, termasuk dari sektor minyak, farmasi, tekstil dan pakaian, pertambangan, kehutanan, industri, pertahanan, serta peternakan.
Dalam kunjungannya ke RDK (11-12 Juli 2023) dan Kenya (13-14 Juli 2023), Menko Luhut beserta delegasi diterima oleh Presiden William S. Ruto dan Presiden Felix Tshisekedi dan melakukan serangkaian pertemuan dengan beberapa Menteri Menteri.
Di antara hasil kunjungan di kedua negara akreditasi KBRI Nairobi tersebut adalah pendatanganan Letter of Intent (LoI) terkait bidang peternakan antara Kementerian Pertanian RI dengan State Department of Investment Promotion Kenya, Memorandum of Undrrstanding (MOU) antara Biofarma dan Generic Africa, serta finalisasi beberapa dokumen kerjasama bilateral yang akan ditandatangani pada saat kunjungan Presiden Jokowi.
Capaian yang dihasilkan dari rangkaian kegiatan di Kenya antara lain kerja sama di bidang kelapa sawit, rencana investasi Pertamina di bidang migas, rencana kerja sama vaksin Bio Farma dengan BUMN Kenya, rencana kerja distribusi Combiphar dengan mitra lokal serta importasi hewan ternak dan rencana investasi perusahaan tekstil Indonesia.
“Setelah 40 tahun lebih, hubungan dan kerjasama Indonesia-Kenya telah sampai di tahap yang sangat produktif dan berkelanjutan. Terlebih setelah diresmikannya Kedubes Kenya di Jakarta pada Maret 2022,” tegas Dubes Hery. (/ris)








