KS, JAKARTA – Kanit Reskrim Polsek Pademangan AKP Asman Hadi meminta warga yang memiliki kendaraan sepeda motor untuk mengganti kuncinya dengan model variasi bentuk bintang.
Menurutnya, Itu perlu dilakukan untuk mencegah akibat marak pelaku curanmor yang kerap beraksi disejumlah wilayah Pademangan Jakarta Utara.
“Saya kan suka tanya- tanya ke pelaku ranmor saat tertangkap, tentang model atau jenis kunci yang bagaimana saja yang bisa dibobol oleh mereka. Ternyata salah satunya itu dia, yaitu kunci yang masih standar sangat mudah sekali untuk dibobol dengan kunci T pelaku. Namun kalau jenis kuncinya variasi seperti bentuk bintang, mereka tidak akan bisa membobolnya. Cuma yaitu harganya lumayan mahal juga bisa capai ratusan ribu,” terang Asman hadi.
Tentang marak aksi pelaku curanmor diwilayah hukumnya, Asman menjelaskan kalau salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengawasan dari masyarakat itu sendiri, seperti parkir ditempat umum tanpa ada CCTV, sehingga pelaku dengan leluasa dapat melakukan aksinya.
“Wilayah Pademangan kan termasuk yang padat penduduknya, banyak warga asli maupun pendatang memiliki kendaraan bermotor sebagai salah satu alat transportasi utama ke tempat mereka bekerja, Karena Mayoritas, untuk mencapai tempat kerja, orang menggunakan sepeda motor karena lebih efisien, tidak terjebak macet dan lebih hemat bahan bakar,” kata dia.
Namun sayangnya kata Asman, kebanyakan tempat yang ditinggalinya itu tidak cukup luas untuk memarkirkan kendaraannya, sehingga masyarakat memarkirkannya diluar rumahnya.
“Makanya ketika saya muter patroli wilayah, terlihat tuh kebanyakan motor pada parkir diluar rumah semua, apalagi yang dalam gang, bisa berjejer, tuh motor- motor,” ucap Asman hadi.
Nah pemandangan seperti itulah menurut Asman, yang dilihat para pelaku curanmor sehingga timbul niat buruk untuk mencurinya, apalagi ditambah jika minim pengawasan dari si pemilik kendaraan, sehingga sangat memudahkan pelaku untuk beraksi.
“Kadang kalau sudah terjadi pencurian, baru deh salahin Polisi, terus ngadunya di media sosial,” beber dia.
Namun begitu, pihaknya kata Asman tetap akan menindaklanjuti laporan warga baik yang datang ke Mapolsek maupun melalui medsos jika ada ditemukan aksi yang meresahkan diwilayah hukumnya.
Menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungannya kata Asman hadi dinilai sangat tepat guna melindungi diri dari setiap kejahatan demi terciptanya kamtibmas.
“Masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan tempat tinggalnya dalam konteks menjaga kondusifitas keamanan. Keamanan berasal dari diri sendiri setelah itu keluarga dan selanjutnya tetangga. Itulah prinsipnya agar lingkungan senantiasa kondusif,” ungkapnya. (ris)








