KS, Limapuluh Kota – Kemunculan lubang raksasa atau sinkhole di sawah Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menghebohkan warga.
Lubang besar tersebut mengeluarkan air jernih yang tampak kebiruan saat difoto, sehingga menarik perhatian masyarakat dan pengunjung yang datang penasaran.
Sejumlah warga bahkan mengambil air dari dalam lubang untuk diminum, karena diyakini memiliki khasiat penyembuhan.
Wali Jorong Tepi, Salmi, menyebut sejak kemunculannya, lokasi sinkhole ramai didatangi warga dari berbagai daerah.
“Situasi lubang masih stabil, meski menambah runtuhan sekitar 1 meter. Pengunjung semakin banyak, namun bagi petani tentu berdampak tidak bisa panen ataupun bercocok tanam”. Sabtu (10/01).
Kabid Geologi Dinas ESDM Sumbar, Inzudd, menjelaskan air dalam sinkhole terlihat bening dan bersih. Warna biru yang tampak disebut akibat pengaruh cahaya dari atas.
Ahli Geologi Sumatera Barat, Ade Edwar, menambahkan air jernih muncul karena batu kapur di dasar rongga bersifat menjernihkan.
“Di bawah itu berongga dan air menekan naik ke atas sehingga debit air meningkat. Batu kapur sifatnya menjernihkan air, maka air yang muncul adalah air jernih bukan keruh,” katanya.

Ade menegaskan, kenaikan volume air dipengaruhi hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir. Debit air diperkirakan akan menurun saat musim kemarau, kecuali lubang ini tersambung ke sumber air permanen.
Dosen Teknik Geologi UGM, Prof. Wahyu Wilopo, menyebut sinkhole terjadi akibat kombinasi pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan tinggi. Ia menambahkan, Siklon Tropi Senyar yang muncul pada November 2025 turut memicu fenomena tersebut.
“Daerah Sumatera Barat terdiri dari beberapa satuan batuan, salah satunya gamping. Siklon Senyar bisa memicu terjadinya sinkhole,” ujarnya.
Wahyu menekankan, fenomena ini lebih sering terjadi di kawasan karst atau tanah berongga, termasuk daerah dengan eksploitasi air tanah berlebihan.
Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan sinkhole dapat terbentuk melalui dua mekanisme, yakni solution sinkhole akibat pelarutan batu kapur secara perlahan, dan collapse sinkhole yang terjadi tiba-tiba ketika atap rongga bawah tanah runtuh.
Mitigasi disebut sulit dilakukan secara total, namun dapat diminimalisir melalui pemantauan geologi, pengendalian tata guna lahan, serta sistem drainase yang baik. (A2n)








