KS, PEMALANG – 46 pengawas sekolah baik tingkat Taman Kanak-kanak (TK) maupun Sekolah Dasar (SD) di kabupaten Pemalang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis atau Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang. Bimtek sosialisasi Kurikulum Merdeka ini merupakan solusi kebuntuan dalam dunia pendidikan pasca pandemi Covid-19.
Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Seluruh Indonesia atau APSSI, Provinsi Jawa Tengah Pangarso Yuliatmoko menjelaskan bahwa, kurikulum Merdeka adalah suatu konsep yang disesuaikan dengan minat, bakat dan kemampuan peserta didik atau siswa dimana para pelajar ini akan lebih mendalam mengerti tentang bakatnya.
“Konsep ini menawarkan kebebasan atau kemerdekaan bagi peserta didik dalam memilih bidang studi sesuai minat dan bakat masing-masing, ” kata Yuliatmoko dalam pemaparan presentasinya di hadapan para peserta, Senin (27/6/2022)
Lebih lanjut, Yuliatmoko membeberkan jika Kurikulum Merdeka adalah sebagai pengganti kurikulum 2013 dimana akibat wabah pandemi Covid – 19 para siswa mengalami lose learning atau kehilangan masa belajar yang cukup panjang, sehingga melalui keputusan Pemerintah Kurikulum Merdeka dirasa lebih mengena buat para pelajar.
“Pasca musibah pandemik covid – 19 dimana kurikulum lebih disesuaikan dengan karakteristik siswa dan tempat tinggalnya serta bersifat lebih bermakna kurikulum tersebut bagi para peserta didik, ” jelasnya.
Sementara itu, Linkin ufirul salah seorang peserta yang juga perwakilan pengawas TK dan SD dari kordinator wilayah kecamatan (KWK) Taman mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia sepakat bahwasanya Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pengganti Kurikulum lama yang konsep sangat kekinian.
“Ini merupakan satu konsep yang disesuaikan dengan bakat, minat dan kemampuan siswa, dimana siswa akan lebih mendalam mengerti tentang bakatnya, karena adanya kebebasan atau kemerdekaan memilih bidang studi sesuai keinginan siswa, ” katanya.
Hadir dalam acara Bintek tersebut diantaranya Wiyono, Kepala Bidang Pendidikan Dasar , mewakili Abdur Rachman Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang dan Supriyono Kordiantor Wilayah Kecamatan Bantarbolang. (rgl)








