KS, BOGOR – Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 di Cibinong Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/7/2025).
Kunjungan ini menjadi momen istimewa karena ia tidak hanya bertemu para murid dan guru SRMP 10, melainkan juga dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 12 Bogor.
Setibanya di sana, Seskab Teddy mengawali kunjungannya dengan makan malam bersama para murid. Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turut mendampingi dalam suasana yang penuh keakraban. Tanpa sekat, mereka duduk, makan, dan berbincang dengan siswa dan siswi.
Terdapat satu momen yang membekas bagi Seskab Teddy. Ia bercerita, merasa kagum saat Rasya (12) seorang murid SRMP 10 berbicara kepadanya untuk meminta izin makan terlebih dahulu.
“Saat mulai makan, dia di depan saya, kan saya masih ngobrol, saya belum makan kan, kemudian tiba-tiba dia bilang pak saya izin buat makan. Wah, siapa yang ngajarin gitu? Itu sangat menyentuh bagi saya,” ceritanya.
Ia pun menaruh apresiasi besar kepada para guru yang telah menanamkan nilai-nilai kesopanan dan karakter kuat kepada siswa-siswi mereka, termasuk memberikan laporan sebelum dan sesudah makan, serta menghormati orang yang lebih tua.
“Terima kasih kepada guru semua,” kata Seskab Teddy.
Menurutnya dalam kurun waktu dua pekan saja seorang anak telah memiliki karakter yang seperti itu, apalagi ditambah waktu yang lebih lama.
“Itulah maksudnya Presiden menginisiasi ini (program Sekolah Rakyat),” tambahnya.
Keakraban kian terasa, saat Seskab Teddy selesai menyantap menu makan malam dan mendatangi setiap meja makan para siswa dan siswi. Tawa dan canda para murid mewarnai momen tersebut. Secara bergantian mereka juga mengabadikan momen dengan berfoto bersama dengan Seskab Teddy.
Selain makan malam bersama, Seskab Teddy juga melihat fasilitas ruang kelas SRMP 10, asrama, laboratorium komputer, lapangan olahraga, sholat berjamaah dengan siswa dan siswi, serta menonton pertunjukan seni para murid dari SRMP dan SRMA. Mulai dari pameran hasil lukisan, tari daerah, paduan suara, baca puisi hingga bernyanyi bersama menjalin suasana penuh keakraban dan semangat.








