KS, JAKARTA – Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga, terjaring operasi tangkap tangan (OTT), operasi senyap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Benar, salah satunya bupati Labuhanbatu,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (11/1/2024).
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Labuhan Batu (Labat), Sumatera Utara, Kamis.
“KPK telah melakukan giat tangkap tangan di wilayah Kabupaten Labuhan Batu terhadap terduga penyelenggara negara yang diduga menerima pemberian hadiah atau suap,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya.
Ghufron juga menyampaikan pihaknya mengamankan sejumlah pihak, uang, dan barang bukti lainnya.
“Kami masih terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman, setelah selesai selanjutnya kami update,” kata Ghufron.
KPK sendiri belum merinci lebih lanjut perihal penangkapan Bupati Labuhanbatu ini, tetapi diketahui 10 orang telah ditangkap. Di dalamnya yakni bupati, pejabat pemda dan pihak swasta. Barang bukti yang diamankan sejumlah uang.
Melansir dari berbagai sumber termasuk website Pemkab Labuhanbatu, Erik sendiri merupakan pria kelahiran Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, 5 Mei 1980. Erik kecil lebih banyak menghabiskan waktu di tanah kelahirannya Labuhanbatu, tetapi menginjak dewasa dirinya sempat mengenyam pendidikan di luar kota yakni SMA Negeri 16 Bandung (1996-1999).
Namun di tahun yang sama, Erik kembali ke kampung halamannya dan mengenyam pendidikan tingkat tinggi daerahnya tersebut. Erik bahkan tercatat sebagai lulusan S1 Sarjana Kedokteran Universitas Sumatera Utara (Unsu) periode 1999-2004, hingga ia melanjutkan program S2 nya di Universitas Sari Mutiara Indonesia pada 2016-2017.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Labuhabatu, Erik diketahui menjadi Anggota Komisi XI DPR-RI dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat Dapil Sumut 2 pada periode 2014-2019. Namun kini ia telah berpindah Partai, dan bergabung ke Partai NasDem sejak 2022. Ia bahkan sejak 2015 sampai saat ini, merupakan Direktur Rumah Sakit Elpi Al Azis yang merupakan milik keluarganya. (red/int)








