Kontroversi Wayang, Anggota DPR: Ucapan Basalamah Sebagai Persepsi yang Keliru

KS, JAKARTA – Penyataan kontroversi terkait wayang yang diucapkan oleh Ustadz Khalid Basalah terus mengundang reaksi keras dari sejumlah kalangan baik dari kalangan budayawan, tokoh agama dan juga tokoh politik.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi misalnya, Ia ikut angkat bicara menyikapi pernyataan Basalamah yang mengharamkan wayang dan menganjurkan untuk memusnahkan. Sontak pernyataan itu membuat banyak pihak merasa terusik dan menilai hal itu sebagai persepsi yang keliru.

“Kita harus bijak dan menghargai kearifan budaya lokal, sehingga dakwah yang dilakukan efektif dan lebih mudah diterima.” Kata Bang Pur sapaan akrabnya kepada kabarsenator.com, Kamis (17/2/2022).

Menurutnya, beragama tanpa spirit budaya akan terasa kering cenderung formal, kaku dan mudah menilai salah serta menyalahkan kelompok yang dianggap tidak satu frekuensi.

Politisi senayan yang dikenal penganut mahzab “Gusdurian” ini menyayangkan pandangan Ustadz Basalamah yang telah mengeluarkan stetmen berisi menyinggung dan mengusik ketengangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pandangan seperti itu sangat disayangkan, bisa memantik kegaduhan dan melukai hati serta perasaan masyarakat,” keluhnya.

Wayang sebagai media dakwah penyebaran Islam di Indonesia merupakan bagian dari proses adaptasi tanpa kehilangan nilai serta substansi ajaran Islam itu sendiri. Sehingga Islam lebih mudah dipahami, diterima dan tersebar luas secara damai, tanpa pertumpahan darah, bahkan Infonesia menjadi negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia.

Lebih lanjut, Bang Pur ini menjelaskan, Islam memang lahir dan bermula di Arab, tetapi bukan berarti tradisi budaya Arab itu juga bagian dari ajaran Islam. Persepsi dan pemahaman ini yang harusnya menjadi rujukan sehingga wajah Islam sebagai rahmatan Lil ‘Alamin itu terimplementasi dalam realitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bang Pur khawatir narasi yang dibangun Basalamah ini menjadi preseden buruk, dan memicu sikap intoleran, bahkan tidak menghargai budaya sebagai bagian dari beragama yang santun, saling menghargai dan toleran.

“Dalam sejarahnya, wayang menjadi sarana dakwah Sunan Kalijaga dengan daya magnet pemikat yang luar biasa. Saat itu, wayang bisa menjadi tidak sekedar tontonan, tetapi sekaligus juga tuntunan. Kisah- kisah sarat akan pesan ketauhidan, kemanusiaan dan aspek positif lainya,” jelasnya.

Tradisi lisan, bertutur, bercerita melalui media wayang saat itu disukai oleh berbagai kalangan, tanpa ada sekat, pembedaan kedudukan atau strata sosial ekonomi. Tidak ubahnya media seperti televisi, radio, nada dan dakwah serta ragam media lainya. Bahkan Wayang ini merupakan salah satu peninggalan budaya dan kearifan lokal yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

Tantangan sekarang adalah bagaimana mengkreasi, menformulasikan metode dan sarana dakwah yang lebih kontekstual, lebih selaras, sesuai perkembangan dan perubahan zaman. Bukan malah mengutak-utik, mempermasalahkan media wayang yang pada eranya dulu menjadi sarana efektif dalam berdakwah. Dakwah bil hikmah, bukan mencari cari kesalahan, mencaci maki, mengajak permusuhan, apalagi sampai mengharamkan wayang dan diminta untuk dimusnahkan.

“Allah Subhanahu wata’ala itu maha Rahman dan Rahim,” pungkasnya. (red)

Related Posts

  • February 1, 2026
Interpol Terbitkan Red Notice Muhammad Riza Chalid, Polri Pastikan Keberadaan Terpantau

  KS, JAKARTA  — Divisi Humas Polri bersama Divhubinter Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait penerbitan Interpol Red Notice terhadap buronan kasus dugaan tindak pidana korupsi, Muhammad Riza Chalid (MRC). Penyampaian…

  • February 1, 2026
Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

  KS, JAKARTA  – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan bahwa narasi yang berkembang belakangan mengenai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian bukan hanya tidak tepat, tetapi berpotensi melemahkan…

Leave a Reply

Profil Senator

Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

  • July 17, 2025
Sepenggal Kisah Ikhsan dan Mutiara, Memupuk Harapan di Sekolah Rakyat

Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

  • September 29, 2024
Maju Gantikan Ketua DPD, Sultan Klaim Didukung 105 Anggota

Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

  • June 23, 2024
Ditengah Acara Deklarasi, Dua Anggota Terpilih 2024-2029 yang Hadir Serahkan Dukungan

DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

  • June 21, 2024
DPD Apresiasi Menko Hadi Tegas Memberantas Judi Online

Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

  • May 12, 2023
Darman Siahaan Sosok Caleg DPD Segudang Organisasi Mendaftar ke KPU

Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk

  • October 9, 2022
Maling Berjimat Tepergok Curi Motor Diamuk Warga Kebon Jeruk