KS, JAKARTA – Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Egianus Kogoya mengatakan tidak benar dirinya meminta uang Rp5 miliar untuk membebaskan pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens. Bantahan Egianus disampaikan melalui tayangan video yang diposting di akun twitter @Monkey61share pada 8 Juli 2023.
Dalam video berdurasi 2 menit 2 detik itu, Egianus menegaskan kelompoknya menangkap pilot Susi Air bukan untuk meminta tebusan uang, tetapi untuk kemerdekaan papua. Menurut Egianus berita tentang uang Rp5 miliar itu adalah berita salah.
“Di seluruh media dikatakan kami minta Rp5 miliar. Itu dari mana saya minta uang? Saya tangkap pilot itu hanya mau merdeka. Saya tidak pernah minta uang tebusan seperti berita yang beredar,” katanya.
Menurut Egianus, jika syarat Papua merdeka tidak dipenuhi maka Philip Mark Marthens tidak akan dibebaskan.
“Kalau Papua tidak merdeka, kami tidak akan menyerahkan pilot. Jadi soal permintaan Rp 5 miliar dari Kodap III itu omong kosong,” ucapnya dengan tegas.
Sebelumnya, berita yang beredar menyebutkan ada tiga permintaan dari KKB pimpinan Egianus Kogoya untuk melepaskan Philips Mark. Tiga permintaan itu, mengakui kemerdekaan Papua, barter senjata dan uang senilai Rp5 miliar. Dari tiga itu,Polda Papua dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga menyanggupi permintaan uang.
Pembebasan pilot Susi Air ini mendapat perhatian Presiden Jokowi.Saat akan bertolak ke Australia dan Papua Nugini dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 3 Juli 2023 lalu, Presiden mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan negosiasi agar pilot berkewarganegaraan Selandia Baru itu dapat bebas.
“Kita akan terus berusaha, bernegosiasi,” kata Presiden.
Presiden menjelaskan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk membebaskan pilot Philip, namun hal apa saja yang sudah dilakukan tidak dapat dipublikasikan ke publik
“Sebetulnya banyak hal yang kita lakukan di sana tetapi tidak bisa saya buka di sini,” ujarnya. (Wid)








