KS, JAKART
Oleh: Syahnan Phalipi
#Management Legal Specialist
#Narasumber Business Talk Show Radio Camajaya 102.6 FM
KS, JAKARTA – Dalam semangat peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, kepala daerah di seluruh penjuru tanah air diingatkan untuk semakin kreatif dan inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, hal tersebut harus dilakukan tanpa membebani masyarakat, sebagaimana banyak terjadi di beberapa daerah yang berujung pada unjuk rasa akibat kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
“Kepala daerah harus merdeka dalam arti sesungguhnya, yakni mampu berdiri di kaki sendiri dalam meningkatkan kinerja dan pendapatan daerah, namun tetap berpihak pada rakyat,” ujar Syahnan Phalipi, Management Legal Specialist sekaligus narasumber di Radio Camajaya 102.6 FM.
Ia menekankan bahwa peningkatan PAD tidak harus selalu berarti menambah beban pajak atau pungutan pada masyarakat. Sebaliknya, ada berbagai alternatif strategi kreatif yang dapat diterapkan untuk menggali potensi daerah secara maksimal.
Strategi Kreatif Meningkatkan PAD Tanpa Membebani Rakyat
1. Kemudahan Berusaha dan Perizinan
Dengan mempermudah proses perizinan usaha, daerah akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Bisnis seperti restoran, toko, industri rumahan, dan lainnya akan memberikan kontribusi dalam bentuk pajak, retribusi, serta pendapatan dari karyawan melalui PPh 21.
2. Optimalisasi dan Monetisasi Aset Daerah
Aset yang kurang dimanfaatkan seperti tanah kosong atau gedung milik pemerintah dapat dimonetisasi melalui penjualan, penyewaan, atau kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk untuk event komunitas dan UMKM.
3. Pengembangan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Investasi dalam kampanye pariwisata dan promosi potensi lokal akan menarik wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi. Ini berdampak pada peningkatan pendapatan dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga penginapan.
4. Dukungan terhadap Bisnis Lokal
Memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal tumbuh dan berkembang, termasuk melalui penyediaan sarana promosi dan pelatihan, akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
5. Akses Hibah dan Pendanaan Eksternal
Pemerintah daerah perlu aktif mencari sumber pendanaan dari pemerintah pusat, LSM, lembaga donor, maupun sektor swasta baik dalam maupun luar negeri untuk mendanai infrastruktur dan program strategis.
Perlu Pendekatan Manajerial dan Berkelanjutan
Syahnan juga menekankan pentingnya pendekatan strategis dalam perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan PAD.
“Lakukan analisis SWOT, Business Model Canvas (BMC), dan Balanced Scorecard (BSC) secara berkelanjutan agar program benar-benar terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Momentum kemerdekaan ini, menurutnya, harus menjadi titik balik bagi seluruh kepala daerah untuk mewujudkan kemandirian fiskal tanpa membebani rakyat.
“Saatnya kepala daerah bangkit, merdeka secara manajerial, dan cerdas menggali potensi daerah dengan strategi yang berkeadilan sosial. Demi Indonesia yang lebih maju, sukses, sejahtera, adil, makmur, dan berkelanjutan.”(erlita)








